
Ilustrasi kepadsatan mobil dan bus pemudik antre menaiki kapal di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (DPP GAPASDAP), Khoiri Soetomo, menjelaskan bahwa situasi ini kembali menunjukkan pentingnya pembenahan infrastruktur pelabuhan penyeberangan, baik dari sisi jumlah maupun kualitas dermaga yang tersedia.
Menurutnya, dari sisi kuantitas, kapasitas dermaga yang ada saat ini belum mampu mengakomodasi jumlah kapal yang telah memiliki izin operasi.
Dalam praktiknya, kapasitas dermaga yang tersedia diperkirakan hanya dapat melayani sekitar 30 persen dari total kapal yang memiliki izin operasi di lintasan Merak–Bakauheni.
Baca Juga:5 Tim Pertahanan Terbaik di Super League! Persib Bandung Kukuhkan Diri Sebagai Raja Terakhir
“Akibat keterbatasan jumlah dermaga, setiap hari lebih banyak kapal yang harus menunggu giliran operasi dibandingkan kapal yang dapat berlayar. Kondisi ini membuat potensi kapasitas angkut sebenarnya belum dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Khoiri.
Selain jumlah dermaga, aspek kualitas infrastruktur pelabuhan juga menjadi faktor penting. GAPASDAP menilai perlunya pembangunan breakwater (pemecah gelombang) di area pelabuhan untuk memberikan perlindungan terhadap kapal yang sedang sandar.
Dengan adanya perlindungan perairan tersebut, kapal yang sedang melakukan kegiatan bongkar muat tidak mudah terganggu oleh kondisi cuaca atau gelombang, sehingga proses pelayanan di pelabuhan dapat berlangsung lebih stabil dan lancar.
“Dengan perlindungan perairan yang memadai, kegiatan bongkar muat dapat tetap berjalan lebih optimal meskipun kondisi cuaca kurang bersahabat,” jelasnya.
GAPASDAP berharap kejadian penumpukan kendaraan seperti yang terjadi dalam dua hari terakhir dapat menjadi perhatian bersama untuk mempercepat langkah pembenahan infrastruktur pelabuhan penyeberangan nasional, khususnya di lintasan Merak–Bakauheni yang merupakan salah satu jalur distribusi logistik paling vital di Indonesia.
Pembenahan tersebut dinilai penting agar pelayanan penyeberangan dapat berjalan lebih efisien, waktu tunggu kendaraan dapat ditekan, serta kelancaran distribusi barang dan aktivitas perekonomian nasional tetap terjaga.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
