ILUSTRASI: Desain RSUD Borong di Kabupaten Manggarai Timur. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah terus berupaya melakukan pemerataan layanan dasar bagi seluruh masyarakat Indonesia di semua daerah, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Di Kabupaten Manggarai Timur dan Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kehadiran rumah sakit merupakan layanan dasar yang sangat penting untuk sisi kesehatan yang sudah lama dinantikan. Maka, di dua kabupaten kini sedang dibangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Hingga akhir September 2025, progres pekerjaan telah mengalami percepatan di sejumlah sektor seperti struktur, arsitektur, dan mekanikal elektrikal & plumbing (MEP). Penambahan tenaga kerja dilakukan untuk mempercepat penyelesaian, terutama pada pekerjaan dinding, plafon, dan railing bangunan utama.
Adapun RS yang dibangun itu adalah RSUD Borong di Kabupaten Manggarai Timur dan RSUD Reda Bolo di Kabupaten Sumba Barat. Pembangunan kedua rumah sakit itu dilakukan oleh PT Brantas Abipraya (Persero).
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan, pembangunan kedua RSUD itu mempertegas komitmen Brantas Abipraya dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Langkah strategis itu sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo, yakni menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan layanan dasar bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Melalui pembangunan dua rumah sakit ini kami menyadari bahwa pemerataan fasilitas kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga kolaborasi kita bersama untuk menghadirkan pelayanan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Dian Sovana kepada wartawan pada Selasa (14/10).
Lebih jauh Dian Sovana mengatakan, RSUD Borong dirancang menjadi rumah sakit dengan fasilitas yang lengkap, meliputi ruang rawat inap, IGD, laboratorium, ruang tindakan, serta area pendukung lain untuk pelayanan masyarakat.
Kehadiran fasilitas itu diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan rujukan di kawasan Manggarai Timur dan sekitarnya, menghadirkan akses kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat.
Sementara itu, pembangunan RSUD Reda Bolo di Sumba Barat juga menunjukkan hasil menggembirakan. Capaian pembangunan mencapai 44,86 persen dengan target penyelesaian pada Desember 2025. Proyek dengan masa pelaksanaan 335 hari kerja ini meliputi pembangunan struktur utama, arsitektur, utilitas, serta penataan kawasan rumah sakit.
RSUD Reda Bolo dalam rancangannya dilengkapi dengan berbagai fasilitas layanan kesehatan seperti unit gawat darurat, ruang rawat inap, poliklinik, laboratorium, hingga area hijau yang ramah lingkungan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
