
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara menyampaikan sekarang adalah saat yang tepat untuk memiliki rumah. Adapun alasannya karena pemerintah telah menyiapkan banyak insentif sektor properti kepada masyrakat.
Mulai dari Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang semula sebesar 5 persen dari harga rumah menjadi 0 persen. Lalu, retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang digratiskan pula oleh pemda.
Selain itu, Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTPB) 100 persen pada periode Januari-Juli 2025, dan PPN DTP 50 persen pada periode Juli-Desember 2025 untuk harga rumah Rp0-2 miliar dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Sampaikan kepada masyarakat bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk memiliki rumah. Dengan berbagai insentif yang diberikan pemerintah, kita harus memastikan bahwa program ini benar-benar bermanfaat bagi rakyat,” kata Menteri Ara pada Grand Launching Super Apps by BTN di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu (9/2).
Lebih lanjut, Ara mengapresiasi Super Apps Bale by BTN yang diluncurkan oleh Bank Tabungan Negara (BTN), sebuah inovasi digital untuk mempermudah akses layanan finansial bagi masyarakat Indonesia termasuk kemudahan layanan dalam pembiayaan perumahan.
Menteri Ara berharap akses layanan perumahan akan semakin mudah, inovatif, dan inklusif, sejalan dengan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah. Ara juga menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan perbankan sangat penting dalam menyediakan hunian layak bagi seluruh lapisan masyarakat.
Untuk itu Menteri PKP mengajak seluruh ekosistem perumahan, termasuk BTN dan para karyawannya untuk terus memiliki militansi dan daya juang tinggi dalam mewujudkan perumahan bagi rakyat.
"Saya sudah melihat langsung bagaimana tukang sayur, guru, dan pekerja sektor informal bisa mendapatkan rumah berkat dukungan BTN. Ini adalah wujud gotong royong membangun rumah untuk rakyat. terima kasih kepada BTN yang telah banyak berjuang dalam menyediakan rumah bagi rakyat," jelas Ara.
Bahkan, selama 100 hari pertama pemerintahan Prabowo, Menteri Ara menyebutkan realisasi KPR subsidi sudah sebanyak 93.484 unit rumah. Berdasarkan data, BTN sendiri telah merealisasikan 23.313 unit rumah subsidi, sementara BTN Syariah berkontribusi dengan 5.229 unit.
"Sehingga, totalnya mencapai lebih dari 28.000 unit atau 75,98 persen pembiayaan rumah subsidi telah direalisasikan," tutup dia.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
