
Photo
JawaPos.com - Proyek Tol Serang-Panimbang, di Provinsi Banten sepanjang 83,77 kilometer (km) terbagi menjadi tiga seksi. Seksi I (Junction-Walantaka-Rangkas Bitung), Seksi II (Rangkas Bitung-Cileles), dan Seksi III (Cileles-Panimbang).
Seksi I dan Seksi II dengan panjang 50,677 km dibangun oleh konsorsium Wika Serang Panimbang Toll Road, yang terdiri dari PT Wijaya Karya (Persero), PT PP (Persero), serta PT Jababeka Infrastruktur. Sedangkan Seksi III dengan panjang 33 km dibangun oleh pemerintah dengan dana APBN pinjaman dari Tiongkok.
"Kalau dibangun seluruhnya oleh investor, kelayakannya masih kurang. Maka Cileles-Panimbang 33 km dibangun pemerintah," kata Kabag Umum BPJT dan Koordinator Investasi Nurdin saat press tour Senin (23/11).
Pembangunan jalan tol Serang-Panimbang diharapkan membangkitkan pertumbuhan wilayah dan ekonomi di tengah dan selatan Banten. Sebab selama ini, hanya wilayah utara Banten yang berkembang.
"Dengan adanya ruas tol yang menghubungkan, wilayah ekonomi tengah dan selatan Banten akan berkembang," imbuhnya.
Apalagi, pemerintah juga tengah mengembangkan kawasan pariwisata di sekitar wilayah Banten seperti KSPN Tanjung Lesung dan Taman Nasional Ujung Kulon. Total investasi yang dibutuhkan untuk membangun jalan tol Serang-Panimbang yaitu sebesar Rp 5,33 triliun.
"Kami berharap Maret atau April 2021, minimal seksi I (JC Walantaka-Rangkas Bitung) sudah bisa fungsional," harapnya.
Usulan uji layak fungsi diharapkan bisa diserahkan pada Maret 2021. Sehingga April atau jelang Idul Fitri tahun depan, ruas tol ini sudah bisa digunakan oleh masyarakat untuk mudik.
Photo
(Ruas kanan) Lajur kendaraan dari arah Jakarta dan Tangerang. (Ruas kiri) Lajur kendaraan menuju Serang. (Estu Suryowati/JawaPos.com)
Sementara itu, pembangunan Seksi II dan Seksi III diharapkan dapat selesai sebelum Lebaran 2023. Dalam kesempatan sama, Direktur Teknik dan Operasi Wika Serang Panimbang Toll Road Nanang Siswanto merincikan, Seksi I memiliki panjang 26,5 km, Seksi II panjangnya 24,17 km, sedangkan Seksi III sepanjang 33 km.
"Per November, Seksi I progresnya sudah 84,18 persen. Kami punya target Desember sudah selesai main road-nya," lanjutnya.
Diakuinya, ada kendala pembebasan lahan sehingga beberapa overpass belum selesai. Saat ini pembebasan lahan untuk Seksi I progresnya mencapai 98,81 persen. Sedangkan untuk Seksi II mencapai 88,42 persen dan Seksi III mencapai 78,62 persen.
Nanang optimistis, Seksi I tol Serang-Panimbang bisa beroperasi Maret 2021. Dia menambahkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan operator Jalan Tol Tangerang-Merak, yaitu PT Marga Mandalasakti, untuk integrasi sistem.
"Kalau PUPR berharap 2021 beroperasi (nyambung) tol Jakarta-Merak, insya Allah secara sistem kami siap," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
