
Sebanyak 163 bidang tanah yang terpakai untuk pembangunan Tol Kediri Kertosono masih belum selesai tahap pembebasannya.
JawaPos.com – Progres pembebasan tanah tol Kediri-Kertosono yang lambat menjadi pembahasan khusus Pemerintah Kabupaten Kediri di awal minggu ini.
Dilansir dari Radar Kediri (JawaPos Group), total anggaran guna pembebasan tanah mencapai Rp 1,85 triliun.
Namun diketahui, hingga pertengahan Januari 2024 ini, total dana yang terserap baru Rp 91,05 miliar. Hal ini berarti pembebasan tanah tol Kediri-Kertosono baru sekitar 15% saja.
Total anggaran pembebasan tanah tol Kediri-Kertosono yang mencapai Rp 1,85 triliun akan dialokasikan untuk dua kabupaten, yakni sebanyak Rp 1,1 triliun dialokasikan untuk Kabupaten Nganjuk dan sebanyak Rp 740,58 miliar dialokasikan untuk Kabupaten Kediri.
Sebanyak 2.699 bidang tanah di Kabupaten Nganjuk yang terdampak tol Kediri-Kertosono, baru 87 bidang yang pembebasannya telah selesai.
Sedangkan di Kabupaten Kediri, baru 56 bidang yang pembebasannya telah selesai dari total 484 bidang yang terdampak.
Sukadi selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri, mengungkapkan bahwa tidak ada penolakan dari pemilik tanah yang terdampak tol Kediri-Kertosono.
Baca Juga: Pembebasan Lahan Proyek Tol Kediri-Kertosono Ditargetkan Harus 75 Persen pada Bulan Juni 2024
“Tidak ada penolakan dari pemilik tanah terkait harga hasil appraisal,” ujar Sukadi.
Sukadi juga menambahkan bahwa sebelumnya memang terdapat penolakan harga dari beberapa warga yang tanahnya terdampak tol Kediri-Kertosono, namun beruntungnya saat ini pihak tersebut sudah bisa menerima dan menyetujui usai diberikan beberapa penjelasan.
“Musyawarah di tiap desa sudah dilaksanakan dan warga terdampak menyatakan bisa menerima. Jadi sudah tidak ada masalah,” pungkas Sukadi.
Eko Budi Siswandi selaku General Manager (GM) Teknik dan Operasi PT Jasamarga Ngawi (JNKK) Kertosono Kediri menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu pembebasan tanah tol Kediri-Kertosono hingga 75 %.
Eko juga menambahkan, jika sebanyak 75% pembebasan lahan telah selesai pada bulan Juni, maka pembangunan fisik tol Kediri-Kertosono bisa dilakukan pada bulan Juli.
“Kalau pembebasan tanah belum selesai (Juni, Red) otomatis fisik juga belum bisa dimulai Juli,” tegasnya.
Meski begitu, Eko bersama pihaknya juga sudah mempersiapkan tahapan fisik tol Kediri-Kertosono seperti lelang proyek yang saat ini masih menunggu keputusan dari pemegang saham. Lelang proyek tersebut digadang-gadang menghabiskan dana sebesar Rp 3 triliun.
“Masih menunggu persetujuan dari pemegang saham (untuk melakukan lelang, Red),” jelas Eko.***

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
