Menkumham Yasonna Laoly meninjau fasilitas autogate di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (2/1). (kemenkumham.go.id)
JawaPos.com - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali, kini telah ditingkatkan dengan teknologi yang semakin canggih, yaitu sistem identifikasi wajah.
Hal itu dilakukan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) guna melengkapi fasilitas pemeriksaan keimigrasian di bandara terbesar di Provinsi Bali tersebut
Dilansir dari Antara pada Selasa (2/1), Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly meninjau langsung tempat pemeriksaan imigrasi yang telah dilengkapi sistem identifikasi wajah.
"Untuk pengawasan dan pengamanan keimigrasian-nya, Imigrasi telah memanfaatkan teknologi sistem identifikasi berbasis wajah atau Face Recognition Identification System," kata Yasonna di Bandara Ngurah Rai, Bali, Selasa (2/1).
Ia mengatakan bahwa sistem tersebut diperlukan untuk mendukung fasilitas baru yaitu untuk memudahkan pemeriksaan keimigrasian secara otomatis atau autogate di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Dengan menggunakan sistem autogate, proses pemeriksaan keimigrasian akan berlangsung lebih cepat, akurat, efektif dan efisien.
Selain itu, sistem tersebut juga tetap mengedepankan aspek pengawasan dan pengamanan karena sudah memanfaatkan teknologi identifikasi wajah.
Disebutkan bahwa autogate telah dipasang sebanyak 30 unit di Bandara Ngurah Rai sejak Oktober 2023 dan ditargetkan dapat digunakan pada Januari 2024.
Pada kuartal pertama 2024, rencananya akan ditambahkan sebanyak 50 unit autogate sehingga total menjadi 80 unit terpasang dengan rincian sebanyak 60 perangkat di area kedatangan internasional dan 20 perangkat di area keberangkatan internasional.
Diharapkan dengan adanya sistem autogate, pemeriksaan keimigrasian dapat berjalan tanpa interaksi dengan petugas imigrasi secara langsung.
Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Suhendra menuturkan bahwa pihaknya juga telah menambahkan skema dari pengoperasian autogate, yakni sistem autogate mengambil foto penumpang secara langsung.
Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan verifikasi dengan data yang terdapat dalam paspor serta data visa atau izin tinggal.
Kemudian, juga digunakan Sistem Informasi Profil Penumpang dan sistem pengawasan imigrasi atau Immigration Alert Surveillance System sebagai aplikasi pendukung pengawasan keimigrasian.
"Kami berharap fasilitas ini berdampak positif dalam pemberian layanan kepada para pengguna jasa agar perjalanan dari dan menuju Bali semakin aman dan nyaman," jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022