
Petugas mengecek tanaman pada pot apung di Waduk Melati, Jakarta, Jumat (6/10/2023).
JawaPos.com – Kemarau panjang di sejumlah wilayah mengakibatkan masyarakat sulit mendapatkan air bersih. Utamanya masyarakat yang tinggal di Jawa. Untuk mengatasi krisis air tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengoptimalkan sumber-sumber penampungan air seperti bendungan dan waduk.
”Jadi, saat ini bendungan atau embung-embung itu kita prioritaskan untuk menyuplai PDAM. Selanjutnya, menyalurkan air bersih langsung ke masyarakat,” jelas Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja kemarin (29/10).
Untuk daerah yang tidak terjangkau pipa PDAM, lanjut Endra, akan disediakan truk tangki air keliling setiap hari bekerja sama dengan pemda setempat. Namun, dia juga tidak menampik bahwa truk tangki juga tidak dapat menjangkau ke seluruh tempat.
”Yang memang jadi problem itu kalau di daerah yang tinggi, kita tidak bisa sediakan. Masyarakat harus mencari air sendiri dari mata air yang ada di pegunungan,” terangnya.
Endra menyebutkan, saat ini ketersediaan air di bendungan dan waduk terus menyusut dan tersisa sekitar 40 persen. Namun, dia memprediksi stok itu masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga awal musim hujan sekitar November ini. Apalagi, saat ini di sebagian wilayah Indonesia mulai turun hujan. Misalnya, Sumsel, Lampung, Sumbar, dan Riau.
Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) ikut merespons kekeringan di sejumlah wilayah. Terbaru, Kemensos menyediakan fasilitas pengolahan air bersih di 34 titik di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menegaskan, fasilitas air bersih itu juga ditambah pengolahan air siap minum. Rencananya, fasilitas tersebut dipasang di Desa Buanajaya. Risma mengungkapkan, dengan bantuan air siap minum itu, warga tak perlu repot memasak air lebih dahulu.
Sebagai informasi, Desa Buanajaya yang terletak di ujung timur Kabupaten Bogor telah mengalami kekeringan sejak Agustus 2023. Untuk bisa mendapatkan air bersih, warga harus menempuh jalanan terjal, curam, dan sempit menuju Kali Cimapag atau mata air di dekatnya. (gih/mia/c19/oni)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
