Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Mei 2022 | 02.33 WIB

Konstruksi Tol Semarang-Demak Seksi 2 Capai 80,63 Persen

Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak. BPJT Kementerian PUPR/Antara - Image

Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak. BPJT Kementerian PUPR/Antara

JawaPos.com–Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan, progres pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 2 Sayung–Demak telah mencapai 80,63 persen. Pembangunan ditargetkan selesai konstruksi pada akhir 2022.

Keterangan resmi BPJT yang dilansir dari Antara menyatakan, kehadiran jalan Tol Semarang–Demak diharapkan makin melengkapi konektivitas jaringan jalan tol dan arteri utama sisi utara Jawa. Ditambah dengan fasilitas Tanggul Laut Kota Semarang, akan makin mendukung pusat ekonomi baru di Jawa Tengah.

”Jalan tol ini juga difungsikan sebagai penahan banjir rob serta mengatasi banjir yang selama ini menjadi permasalahan di Kota Semarang,” terang BPJT.

Jalan tol sepanjang 27 km itu memiliki dua seksi. Yakni Semarang/Kaligawe–Sayung sepanjang 10,69 km yang merupakan porsi pemerintah dengan target selesai konstruksi pada 2024. Seksi 2 ruas Sayung–Demak sepanjang 16,31 km merupakan porsi badan usaha jalan tol (BUJT) PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak.

Jalan Tol Semarang–Demak dilengkapi dua simpang susun (SS). Yakni Sayung dan Demak. Konstruksi jalan juga menggunakan produk dalam negeri berupa beton precast PT WIKA Beton.

”Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak terintegrasi tanggul laut dengan struktur timbunan di atas laut juga diperkuat matras bambu setebal 17 lapis,” tulis keterangan BPJT.

Selain sistem matras bambu, penguatan kondisi tanah dilakukan juga dengan cara pemasangan material pengalir vertikal prafabrikasi atau PVD. Selain itu melaksanakan pembebanan menggunakan material pasir laut yang diambil menggunakan alat trailing suction hopping dredger (TSHD).

Dalam upaya meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dari pembangunan tol, Kementerian PUPR bekerja sama pemerintah daerah menyiapkan program relokasi lahan mangrove di sekitar pembangunan ruas Semarang–Sayung. Terdapat tiga lokasi mangrove yang direlokasi dengan total luas 46 hektare.

”Upaya pelestarian kawasan mangrove tersebut bertujuan untuk mempertahankan fungsinya sebagai habitat flora dan fauna di pesisir Pantai Utara Jawa serta melindungi daerah garis pantai, termasuk mengurangi risiko abrasi,” terangnya.

Selain sebagai paru-paru segar di wilayah sekitar, sistem akar pohon bakau yang kokoh juga makin membantu membentuk penghalang alami terhadap gelombang badai dan banjir. Sedimen sungai dan darat terperangkap akar, yang melindungi daerah garis pantai dan memperlambat erosi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore