Pemkab Trenggalek Bebaskan Lahan Untuk JLS Jogja-Malang Di Kawasan Pesisir Trenggalek, Target Terhubung 2029 (Myanti.id/Instagram)
JawaPos.com- Pembangunan JLS Trenggalek kini sudah dilalui, namun pemerintah kabupaten Trenggalek masih memiliki misi pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir.
Ditergetkan pada tahun 2029, pembangunan tersebut direncanakan untuk menghubungkan Jogja dengan Malang melalui Jalur Lintas Selatan (JLS) Jogja-Malang.
Melalui Pemerintah Kabupaten Trenggalek perlahan misi ini akan segera terealisasi.
Informasi terbaru yang didapat oleh JawaPos.com melalui laman Antara (24/3) terbaru Pemkab Trenggalek mulai mengangsur sisa target pembebasan lahan untuk pembangunan JLS Jogja-Malang.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek Ramelan.
Dia mengatakan bahwa saat ini masih proses tahap pertama pembebasan lahan. Pihaknya akan mengupayakan pembebasan lahan sepanjang 16 kilometer.
"Untuk semester pertama tahun ini kami mengupayakan untuk membebaskan lahan sepanjang 16 kilometer di lahan milik Perhutani. Ruasnya yang dibebaskan ada di antara Pantai Cengkrong Kecamatan Watulimo hingga Pantai Ngampiran Kecamatan Munjungan," tegasnya.
Secara kuantitatif, sisa target lahan yang harus dibebaskan untuk melanjutkan proyek pembangunan JLS itu yakni sepanjang 42 kilometer. Jalur sepanjang itu melintasi kawasan hutan yang dikelola oleh Perhutani serta lahan milik warga.
Pada proses pembebasan lahan ini tentunya Pemkab Trenggalek kewalahan jika tak ada suntikan dana. Sebab dikatakan Ramelan, anggaran untuk pembebasan lahan dengan bentang puluhan kilometer itu membutuhkan biaya yang cukup besar yakni mencapai Rp 285 miliar.
Sementara itu anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Trenggalek tidak akan cukup.
Bahkan tahun ini dalam APBD Trenggalek tahun 2024, anggaran yang diposting untuk membiayai pembebasan lahan JLS hanya Rp 500 juta atau setengah miliar.
Sehingga APBD Trenggalek itu terlalu jauh dibanding asumsi total biaya pembebasan lahan dengan bentang panjang 42 kilometer tersebut.
"Tahun ini hanya ada Rp500 juta. Kecil sekali itu. Ada target dari pusat tahun 2029 harus menyambung Malang-Jogja, PR terbesar memang ada di Trenggalek," ungkapnya.
Ramelan menambahkan, target tersambungnya JLS Jogja-Malang pada 2029 itu bakal sulit terwujud tanpa ada dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Jika dipaksakan, khawatir bakal mengganggu APBD Trenggalek.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
