Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Maret 2024 | 14.49 WIB

Target Tersambung 2029, Pemkab Trenggalek Bebaskan Lahan Untuk JLS Jogja-Malang di Pesisir Trenggalek

Pemkab Trenggalek Bebaskan Lahan Untuk JLS Jogja-Malang Di Kawasan Pesisir Trenggalek, Target Terhubung 2029 (Myanti.id/Instagram)

JawaPos.com- Pembangunan JLS Trenggalek kini sudah dilalui, namun pemerintah kabupaten Trenggalek masih memiliki misi pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir. 

Ditergetkan pada tahun 2029, pembangunan tersebut direncanakan untuk menghubungkan Jogja dengan Malang melalui Jalur Lintas Selatan (JLS) Jogja-Malang.

Melalui Pemerintah Kabupaten Trenggalek perlahan misi ini akan segera terealisasi.

Informasi terbaru yang didapat oleh JawaPos.com melalui laman Antara (24/3) terbaru Pemkab Trenggalek mulai mengangsur sisa target pembebasan lahan untuk pembangunan JLS Jogja-Malang.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek Ramelan.

Dia mengatakan bahwa saat ini masih proses tahap pertama pembebasan lahan. Pihaknya akan mengupayakan pembebasan lahan sepanjang 16 kilometer.

"Untuk semester pertama tahun ini kami mengupayakan untuk membebaskan lahan sepanjang 16 kilometer di lahan milik Perhutani. Ruasnya yang dibebaskan ada di antara Pantai Cengkrong Kecamatan Watulimo hingga Pantai Ngampiran Kecamatan Munjungan," tegasnya.

Secara kuantitatif, sisa target lahan yang harus dibebaskan untuk melanjutkan proyek pembangunan JLS itu yakni sepanjang 42 kilometer. Jalur sepanjang itu melintasi kawasan hutan yang dikelola oleh Perhutani serta lahan milik warga.

Pada proses pembebasan lahan ini tentunya Pemkab Trenggalek kewalahan jika tak ada suntikan dana. Sebab dikatakan Ramelan, anggaran untuk pembebasan lahan dengan bentang puluhan kilometer itu membutuhkan biaya yang cukup besar yakni mencapai Rp 285 miliar.

Sementara itu anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Trenggalek tidak akan cukup.

Bahkan tahun ini dalam APBD Trenggalek tahun 2024, anggaran yang diposting untuk membiayai pembebasan lahan JLS hanya Rp 500 juta atau setengah miliar.

Sehingga APBD Trenggalek itu terlalu jauh dibanding asumsi total biaya pembebasan lahan dengan bentang panjang 42 kilometer tersebut.

"Tahun ini hanya ada Rp500 juta. Kecil sekali itu. Ada target dari pusat tahun 2029 harus menyambung Malang-Jogja, PR terbesar memang ada di Trenggalek," ungkapnya.

Ramelan menambahkan, target tersambungnya JLS Jogja-Malang pada 2029 itu bakal sulit terwujud tanpa ada dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Jika dipaksakan, khawatir bakal mengganggu APBD Trenggalek.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore