
Photo
JawaPos.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan kode saham WSKT ikut memenangkan tender proyek pekerjaan di Pelabuhan Patimban yang terletak di Kabupaten Subang, Jawa Barat dengan nilai total kontrak sebesar Rp 3,7 triliun. Dalam proyek pembangunan tersebut, porsi Waskita sebesar 16 persen atau Rp 595 miliar.
Kontrak proyek senilai Rp 3,7 triliun tersebut dikerjakan oleh 2 kontraktor Jepang dan 3 kontraktor Indonesia yang tergabung dalam joint venture (TWWHA). Adapun rinciannya, TOA dari Jepang sebesar 60 persen, Waskita 16 persen, Wakachiku 10 persen (Jepang), Hutama Karya (HK) 8 persen, Abipraya 6 persen.
Pada proyek ini, porsi dan lingkup pekerjaan Waskita cukup banyak, yaitu meliputi quality control, quantity survey, structure, critical path method, temporary facilities, dan building. Adapun secara rencana proyek ini akan selesai tahun 2025.
"Rencananya proyek ini akan dikerjakan selama 943 hari dan akan selesai pada pertengahan tahun 2025," kata SVP Corporate Secretary Perseroan Novianto Ari Nugroho dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (1/1).
Ia menjelaskan, dalam pembangunan proyek ini Waskita bertindak sebagai leader kontraktor Indonesia dan TOA sebagai leader kontraktor dari Jepang. Pengumuman pemenang tender proyek dengan nama Pekerjaan Paket 5 (Car Terminal Construction) Pelabuhan Patimban Tahap 1-2 ini ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja yang dilaksanakan pada, Jumat, 30 Desember 2022 lalu.
Penandatanganan dilakukan antara Pejabat Pembuat Komitmen Paket 5, meliputi Konstruksi Terminal Kendaraan, Patimban Port Development Project (II), Yohanes Aris Widianto dengan Perwakilan Joint Operation, Nobuhiro KONO yang diberi kuasa oleh kelima Perusahaan yang tergabung dalam joint venture TWWHA.
"Paket pekerjaan ini berada di bawah Direktorat Jendral Perhubungan Laut, Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Kelas II Patimban dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Berdasarkan rencana, akan dibangun Terminal Kendaraan yang akan menampung 1.500 kendaran peti kemas perharinya di Pelabuhan Patimban," jelas Novianto.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan Waskita telah mengikuti proses tender proyek ini sejak tahun 2021. Menurutnya, Pelabuhan Patimban digadang-gadang oleh Pemerintah sebagai pelabuhan strategis untuk masa
depan.
Pasalnya, kata dia, pelabuhan tersebut akan menjadi salah satu pelabuhan yang mengedepankan penggunaan teknologi dan sistem digital dalam pengoperasiannya. Semua sistem, nantinya akan terintegrasi secara digital dan dapat diakses secara real time sehingga proses logistik bisa lebih
efisien dan tidak terjadi penumpukan.
"Secara umum Pelabuhan Patimban akan melayani jenis muatan peti kemas dan kendaraan bermotor yang diangkut menggunakan kapal-kapal berukuran besar. Car Terminal ini nantinya memiliki kapasitas tampung hingga 600 ribu kendaraan per tahun," tandasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
