
Universitas Jember (ideas.id)
JawaPos.com - Universitas Jember (Unej) dengan bangga mewakili Indonesia dalam proyek global PAN ASEAN Coalition for Epidemic and Outbreak Preparedness (PACE-UP) 2024.
Sebagai satu-satunya perguruan tinggi dari Indonesia yang tergabung dalam PACE-UP, Unej memiliki peran penting dalam menjalin kerja sama global.
Dikutip dari Antara Jumat (15/12), DirekturPAN ASEAN Coalition for Epidemic and Outbreak Preparedness, Prof Thirumalaisamy P. Velavan dari University of Tuebingen, Jerman, menyatakan bahwa PACE-UP dimulai pada tahun 2021.
Memiliki tujuan mulia untuk melakukan kerja sama lintas disiplin dan mengimplementasikan penelitian dalam dua situasi kritis: saat terjadi kejadian darurat wabah atau kondisi epidemik, dan selama periode antar-epidemik.
“PACE-UP dipimpin oleh konsorsium multidisiplin yang bermitra dengan benua Asia-Eropa-Afrika untuk membangun dan memperkuat kapasitas sistem regional dalam merespons penyakit menular, baik yang sudah muncul maupun yang muncul kembali, dengan cepat dan efektif di suatu wilayah,” ungkap Prof Velavan.
Menanggapi perkembangan virus varian baru, Prof Dennis Nurjadi, seorang profesor pada Department of Infectious Diseases & Microbiology dari University of Luebeck, berbagi pandangannya.
Meskipun tidak secara khusus meneliti latar belakang penyebab virus-virus baru, ia tetap memonitor perkembangannya.
"Menurut teori evolusi virus, semakin cepat virus menyebar, tingkat keganasan atau keparahan cenderung melemah," jelas Prof Nurjadi.
Selain itu, ia menekankan bahwa sifat virus bersifat musiman, sehingga vaksin saat ini tidak diharuskan untuk semua orang.
Namun hanya diberikan kepada mereka yang memiliki kebutuhan kesehatan pribadi atau yang rentan, seperti orang lanjut usia.
Prof Dennis Nurjadi, yang memiliki koneksi khusus dengan Indonesia, sering kembali ke tanah air untuk melakukan proyek penelitian bersama, termasuk proyekPAN ASEAN Coalition for Epidemic and Outbreak Preparedness.
Bersama dengan Prof Kartika Senjarini, koordinator proyek PACE-UP di Universitas Jember, mereka melaksanakan peran sebagai dosen tamu serta melakukan pengecekan lokasi di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi sebagai persiapan PACE-UP Workshop & GCP/GCLP 2024.
Langkah ini menunjukkan komitmen mereka dalam mengembangkan solusi bersama untuk tantangan kesehatan global.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
