Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Oktober 2023 | 22.07 WIB

Efek Kemarau Panjang, Stok Air Waduk Tinggal 40 Persen

Petugas mengecek tanaman pada pot apung  di Waduk Melati, Jakarta, Jumat (6/10/2023). - Image

Petugas mengecek tanaman pada pot apung di Waduk Melati, Jakarta, Jumat (6/10/2023).

JawaPos.com – Kemarau panjang di sejumlah wilayah mengakibatkan masyarakat sulit mendapatkan air bersih. Utamanya masyarakat yang tinggal di Jawa. Untuk mengatasi krisis air tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengoptimalkan sumber-sumber penampungan air seperti bendungan dan waduk.

”Jadi, saat ini bendungan atau embung-embung itu kita prioritaskan untuk menyuplai PDAM. Selanjutnya, menyalurkan air bersih langsung ke masyarakat,” jelas Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja kemarin (29/10).

Untuk daerah yang tidak terjangkau pipa PDAM, lanjut Endra, akan disediakan truk tangki air keliling setiap hari bekerja sama dengan pemda setempat. Namun, dia juga tidak menampik bahwa truk tangki juga tidak dapat menjangkau ke seluruh tempat.

”Yang memang jadi problem itu kalau di daerah yang tinggi, kita tidak bisa sediakan. Masyarakat harus mencari air sendiri dari mata air yang ada di pegunungan,” terangnya.

Endra menyebutkan, saat ini ketersediaan air di bendungan dan waduk terus menyusut dan tersisa sekitar 40 persen. Namun, dia memprediksi stok itu masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga awal musim hujan sekitar November ini. Apalagi, saat ini di sebagian wilayah Indonesia mulai turun hujan. Misalnya, Sumsel, Lampung, Sumbar, dan Riau.

Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) ikut merespons kekeringan di sejumlah wilayah. Terbaru, Kemensos menyediakan fasilitas pengolahan air bersih di 34 titik di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menegaskan, fasilitas air bersih itu juga ditambah pengolahan air siap minum. Rencananya, fasilitas tersebut dipasang di Desa Buanajaya. Risma mengungkapkan, dengan bantuan air siap minum itu, warga tak perlu repot memasak air lebih dahulu.

Sebagai informasi, Desa Buanajaya yang terletak di ujung timur Kabupaten Bogor telah mengalami kekeringan sejak Agustus 2023. Untuk bisa mendapatkan air bersih, warga harus menempuh jalanan terjal, curam, dan sempit menuju Kali Cimapag atau mata air di dekatnya. (gih/mia/c19/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore