
Photo
JawaPos.com - Pemerintah terus meningkatkan fasilitas penunjang wisata Danau Toba di Sumatera Utara yang kini menjadi salah satu destinasi periwisata prioritas. Untuk memperlancar wisatawan berkunjung, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara berencana mengoptimalkan Bandara Sibisa di Kabupaten Toba Samosir, selain Bandara Silangit yang kini telah beroperasi.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti menjelaskan pihaknya mendukung kemudahan akses bagi wisatawan ke destinasi pariwisata. Guna meningkatkan konektivitas transportasi di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, Kemenhub akan memperpanjang landasan pacu Bandara Sibisa dari 1200 m menjadi 1900 m.
“Tahun 2020 ditargetkan selesai, sehingga pesawat komersil yang lebih besar seperti ATR 72 yang membawa wisatawan dapat mendarat langsung ke sini. Karena bandara ini dekat dengan Parapat yang merupakan pintu masuk kawasan Danau Toba,” kata Polana di Jakarta, Jumat (2/8).
Ia menambahkan pengembangan bandara Sibisa diperlukan strategi untuk membagi penerbangan Bandara Silangit. Saat ini antara Bandara Silangit bagian selatan dengan Sibisa, ada jarak kira-kira hampir 200 KM. Dengan jarak itu memang sudah selayaknya ada satu bandara yaitu Bandara Sibisa.
"Nantinya Bandara Silangit akan melayani pesawat komersil yang besar, sedangkan di Sibisa melayani pesawat yang lebih kecil seperti ATR 72," imbuh Polana.
Bandara Sibisa merupakan bandara perintis yang dibangun sejak era Presiden Soeharto pada Tahun 1977. Dioperasikan pertama kali pada 15 November 2006, bandara ini melayani penerbangan hingga Ferbuari 2007. Setelah 12 tahun berlalu, pada 12 April 2019 penerbangan di bandara ini dibuka kembali.
"Kami berharap perpanjangan landasan pacu Bandara ini akan menarik maskapai melayani penerbangan dari dan ke Sibisa. Ini akan mendorong minat wisatawan untuk menuju Danau Toba, " katanya.
Mendongkrak Kunjungan Wisatawan
Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan bahwa Bandara Sibisa memiliki fungsi yang sangat strategis dalam mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Danau Toba.
“Kami berharap dengan beroperasinya Bandara Sibisa, ada banyak fungsi yang bisa dikembangkan di sana,” katanya.
Skenario pun disiapkan untuk Bandara Sibisa. Bandara ini disiapkan menjadi infrastruktur sport tourism. Olahraga dirgantara menjadi pilihannya. Deferensiasi nantinya akan diberlakukan di Bandara Sibisa.
“Nantinya Kawasan Danau Toba itu jadi paket lengkap. Di sana ada segarnya air danau dan air terjun, lalu kini ada olahraga dirgantara,” pungkas Arief.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
