
Pembangunan Jembatan Layang Bukit Rawi di Kalimantan Tnegah
JawaPos.com - Pembenahan infrastruktur terus dilakukan pemerintah guna memperlancar konektivitas antar wilayah. Salah satu yang tengah diselesaikan adalah pembangunan Jembatan layang Bukit Rawi sepanjang 3 km di Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Pembagunan jembatan ini bagian dari jalur alternatif ruas Palangkaraya – Bagugus yang kerap terendam banjir akibat luapan Sungai Kahayan.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur jembatan akan memperlancar konektivitas dan aksesibilitas lalu lintas, disamping memberikan alternatif bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian.
"Jembatan layang Bukit Rawi sangat dinanti masyarakat karena manfaatnya sangat besar dalam menunjang perekonomian," ujar Basuki saat meninjau langsung progres pembangunan Jembatan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (13/7).
Jembatan Layang Bukit Rawi terletak di ruas jalan Palangkaraya-Bagugus yang merupakan jalan nasional penghubung Kota Palangkaraya dengan 6 kabupaten di Kalteng. Keenam Kabupaten itu mrliputi yakni Gunung Mas, Kapuas, Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, dan Kabupaten Murung Raya serta Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Ruas tersebut kerap terendam banjir dengan ketinggian hingga 70 centimeter sepanjang 3,1 km ketika debit Sungai Kahayan sedang tinggi. Akibatnya, mobilitas warga dan arus kendaraan logistik terhambat.
Photo
Jembatan Layang Bukit Rawi yang akan membebaskan jalur Palangkarata-Bagugus dari ancaman banjir Sungai Kahayan. (Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Kementerian PUPR secara bertahap melakukan pembangunan jembatan layang yang memiliki total panjang 3 km dengan perkiraan biaya sebesar Rp 265 miliar. Pada Maret 2019 dilakukan pengerjaan tahap 1 sepanjang 789 meter melalui anggaran APBN (single years contract) sebesar Rp 65 miliar. Kontraktor PT. Bukit Telawi dan PT. Bintang Mas Pertiwi (Kerjasama Operasi).
Pembangunannya dilakukan dengan konstruksi pile slab atau menggunakan tiang pancang karena berada di atas tanah lunak dan gambut. Saat ini progres fisik pembangunannya mencapai 33 persen dan ditargetkan selesai pada Oktober 2019.
Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XI Bajarmasin, Timbul Manahan Pasaribu mengatakan selain pembebasan lahan, material pile slab harus dikirim dari Gresik, Jawa Timur sehinga membutuhkan waktu dan manajemen lalu lintas.
"Tahun depan kita usulkan untuk MYC (multi years contract) untuk sisa pengerjaan dan akan dilakukan lelang dini pada bulan Oktober 2019. “Karena pembiayaannya dengan skema SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) maka readliness kriterianya harus lengkap, khususnya pembebasan lahan. Kami berharap Pemerintah Daerah dapat menyelesaikan hal tersebut agar dapat selesai tepat waktu” kata Timbul Manahan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
