
Ketua Humas PARFI Evry Joe
JawaPos.com - Evry Joe, Ketua Humas Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) menyampaikan sebuah wacana bahwa stasiun televisi, pemberi endorse, hingga rumah produksi (PH) harus memiliki sikap tegas tidak lagi menggunakan jasa artis yang melakukan penyalahgunaan narkoba atau pengedar obat-obatan terlarang.
Evry Joe berpandangan sanksi tegas sangat dibutuhkan untuk memberikan efek jera supaya kalangan selebriti dapat berpikir panjang sebelum memutuskan mengonsumsi narkoba. Tanpa ada sanksi tegas dan berat, dia khawatir justru akan semakin banyak artis yang berurusan dengan masalah hukum akibat kasus narkoba ke depannya.
"Sanksinya bisa tidak mempekerjakan mereka pengguna narkoba selama 5 tahun atau 10 tahun. Dengan sanksi yang tegas, maka akan memberikan efek jera," kata Evry Joe kepada JawaPos.com.
Tidak menggunakan artis yang terjerat kasus narkoba dinilai Evry Joe bukan hal yang berlebihan. Pasalnya, artis memiliki penggemar dan dia dituntut untuk memberikan contoh yang baik terhadap mereka.
Selain itu, artis menurut Evry Joe tergolong kelas spesial karena masuk ke dalam kategori kelas berbeda dari masyarakat pada umumnya. Evry Joe menyebut mereka sebagai kelas cendikia atau kaum intelektual.
Evry Joe yang kerap diundang BNN untuk menyaksikan pemusnahan barang bukti narkoba karena kerap melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba, mengatakan Indonesia saat ini sudah masuk dalam kategori darurat narkoba.
"Pecandu narkoba di Tanah Air sudah hampir 3 juta. Berarti narkoba sudah ada di depan halaman rumah, kita tinggal mengintip siapapun bisa kena. Entah saudara kita, anak kita, tetangga kita," ungkapnya.
Menurut Evry Joe, barang narkoba selalu bisa masuk ke Indonesia dalam jumlah besar meski penjagaan diperketat. Mereka punya seribu cara untuk dapat memasukkan barang haram ke Tanah Air.
"Berton-ton narkoba masuk ke Indonesia, ada apa ini? Berarti tidak cukup untuk ditangani BNN, perlu ada masukan dari tokoh agama, keamanan, dan lain-lain," tuturnya.
Menurut Evry Joe, proses memasukkan narkoba ke Indonesia saat ini dengan memanfaatkan teknologi. Alhasil, penjagaan yang ketat sekalipun mereka tetap bisa memasukkan barang.
"Pak Marthinus pernah cerita sindikat mereka bekerja dengan manajemen terputus. Dibuang ke laut dan ada bagian yang bisa ambil ke laut. Kalau ada salah satu dari mereka ketangkap, itu akan terputus," ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022