Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 00.35 WIB

Konflik Hukum NewJeans dan ADOR Berakhir Buntu, Pengadilan Seoul Akan Putuskan Nasib Kontrak Eksklusif

Pertarungan hukum antara NewJeans dan ADOR gagal capai kesepakatan, pengadilan akan jadi penentu (Instagram @newjeans_official)

JawaPos.com - Konflik panjang antara girl group populer NewJeans dan label mereka, ADOR, yang merupakan anak perusahaan dari HYBE, masih belum menemukan titik terang.

Negosiasi yang semula diharapkan dapat menjadi jalan damai akhirnya berakhir buntu, membuat keputusan akhir kini berada di tangan pengadilan.

Melansir laman TenAsia pada Kamis (11/9), Divisi Perjanjian Perdata 41 Pengadilan Distrik Pusat Seoul yang dipimpin Hakim Jeong Hoe-il menggelar sidang mediasi kedua terkait gugatan hukum yang diajukan ADOR.

Gugatan itu bertujuan untuk mengonfirmasi keabsahan kontrak eksklusif antara agensi dengan lima member NewJeans. Sidang mediasi itu berlangsung singkat, hanya sekitar 20 menit sejak dimulai pada pukul 13.30 waktu setempat.

Sebelumnya, mediasi pertama yang digelar pada 14 Agustus juga gagal menemukan kesepakatan. Dengan dua kali pertemuan yang tidak menghasilkan keputusan, pengadilan menyatakan bahwa perselisihan kini akan berlanjut ke ranah putusan resmi yang dijadwalkan pada 30 Oktober mendatang.

Konflik hukum ini sebenarnya berakar sejak November tahun lalu, ketika NewJeans secara sepihak mengumumkan pemutusan kontrak eksklusif mereka.

NewJeans menuduh ADOR melakukan pelanggaran kontrak dan menyatakan keinginan untuk menjalankan aktivitas secara independen.

Sebagai respons, ADOR mengajukan gugatan untuk menegaskan bahwa kontrak masih sah berlaku, serta meminta pengadilan mengeluarkan perintah yang mempertahankan status mereka sebagai agensi resmi NewJeans sekaligus mencegah grup itu menandatangani kontrak iklan baru.

Permintaan itu kemudian dikabulkan oleh pengadilan. Situasi semakin panas ketika dalam sidang ketiga bulan lalu, perwakilan NewJeans menggunakan perumpamaan keras untuk menggambarkan kondisi mereka.

Mereka menyamakannya dengan "Seorang ayah yang melakukan kekerasan dalam rumah tangga, mengusir sang ibu, lalu berkata kepada anak: 'Aku akan mencarikan ibu yang lebih baik untukmu, jadi kembalilah'."

Selain itu, para member juga menyerahkan petisi yang menegaskan bahwa diminta kembali ke ADOR sama halnya dengan menyuruh korban perundungan sekolah kembali ke tempat pelaku berada.

Di sisi lain, ADOR berusaha menunjukkan sikap terbuka dengan mengundang NewJeans untuk kembali bekerja sama.

Namun, agensi tetap menolak untuk memenuhi tuntutan utama grup, yakni mengembalikan Min Hee-jin, sosok penting yang dianggap sangat berpengaruh bagi identitas dan arah musik NewJeans.

Dengan posisi kedua belah pihak yang sama-sama bertahan pada pendirian masing-masing, keputusan akhir kini sepenuhnya berada di tangan pengadilan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore