Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 16.53 WIB

Ustaz Abdul Somad Menolak Ditagih Pajak usai Dianggap Berpenghasilan Rp 150 Juta di YouTube: Tak Seperak pun Masuk Rekening Saya

Ustadz Abdul Somad sedang berceramah     Sumber foto : Instagram/@ustadzabdulsomad_official - Image

Ustadz Abdul Somad sedang berceramah Sumber foto : Instagram/@ustadzabdulsomad_official

JawaPos.com - Viral di media sosial pernyataan ustaz Abdul Somad yang diminta untuk membayar pajak karena penghasilan dari kanal YouTube miliknya dinilai mencapai Rp 150 juta.

Video itu diunggah sejumlah akun media sosial, salah satunya akun Instagram hijrahbersamauas.

Dalam video, Abdul Somad yang sedang berceramah dalam sebuah kesempatan, mengaku dipanggil oleh kepala pajak untuk datang menghadap. Merasa taat dalam hal pembayaran pajak, dia pun datang memenuhi undangan tersebut.

Setelah bertemu, ustaz Abdul Somad diminta untuk bayar pajak karena penghasilannya dari YouTube disebut pihak pajak mencapai Rp 150 juta setiap bulannya.

"Begini ustaz, kami sudah cek ternyata pendapatan YouTube satu bulan Rp 150 juta. Ustaz bayar pajak," kata kepala pajak kepada pria yang kerap disapa UAS itu.

Diminta bayar pajak, ustaz Abdul Somad lantas mengungkap rincian pengeluaran dari penghasilannya dari kanal YouTube. Dia memastikan tidak mengambil sama sekali uang yang didapatkannya dari YouTube.

"Bapak cek ke mana duit itu mengalir dari YouTube. Tak seperak pun mengalir ke rekening saya. Langsung dibeliin beras, beli minyak, beli kompor, dan beli semuanya, untuk sedekah," tegas UAS.

Tak hanya itu, dia juga menyatakan penghasilan dari YouTube tak bisa dipatok angka Rp 150 juta karena setiap bulannya sangat fluktuatif.

Ustaz Abdul Somad merasa data yang disajikan petugas pajak tidak benar dan bisa masuk dalam kategori fitnah.

"Ketika kita difitnah, dianiaya, jangan diam. Nanti fitnah merajalela. Kita harus jelaskan. Setelah kita jelaskan, orang tetap fitnah kita, kita nggak salah lagi," katanya.

Kepada petugas pajak, ustaz Abdul Somad justru menceramahi mereka dengan meminta untuk tidak lupa bersedekah mengingat tugas mereka mengawasi sekaligus memungut uang dari banyak orang.

"Kalau kalian tidak bersedekah, itu zalim, aniaya, neraka jahanam tempat kalian," ungkap UAS yang mengaku nada bicaranya lebih melunak tak sekeras saat berceramah di tempat umum.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore