Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Juli 2025 | 19.13 WIB

Kontestan 'Love Island USA' Dikecam Usai Gunakan Kata-Kata Rasial Anti-Asia, Karier di Ujung Tanduk

Cierra Love Island USA dikecam usai gunakan kata rasial anti-Asia (Dok. Koreaboo)

JawaPos.com - Salah satu reality show paling populer di Amerika Serikat saat ini, Love Island USA, kembali menjadi sorotan.

Acara yang merupakan adaptasi dari format asal Inggris ini terkenal dengan drama percintaan, strategi sosial, dan dinamika antar peserta yang berubah-ubah.

Dalam formatnya, para lajang saling bertukar pasangan sembari membangun hubungan dan bersaing untuk memperebutkan hadiah utama senilai USD 100 ribu atau sekitar Rp 1,6 miliar (dengan kurs Rp 16.195,75 per USD).

Musim terbarunya yang mulai tayang pada Juni 2025 langsung mendapat perhatian luas dari publik dan netizen, namun baru-baru ini justru terseret dalam kontroversi besar.

Melansir laman Koreaboo, kontroversi ini bermula dari salah satu kontestan yang hingga saat ini dianggap sebagai favorit pemirsa, yaitu Cierra.

Ia dikenal sebagai salah satu peserta yang menonjol dalam musim ini, baik dari segi penampilan maupun chemistry yang ia bangun dengan pasangan-pasangannya.

Namun, citra positifnya mendadak runtuh setelah muncul unggahan lama di media sosial miliknya yang menunjukkan penggunaan bahasa rasial yang menyinggung komunitas Asia Timur.

Unggahan yang menjadi sorotan publik muncul dalam bentuk tangkapan layar dari Instagram story milik Cierra.

Dalam unggahan itu, ia menceritakan bahwa dirinya menggunakan Botox untuk mengubah tampilan wajah, dan tanpa sadar menggambarkan kondisi matanya saat tidak menggunakan Botox dengan menyebut kata berkonotasi rasial, yaitu "ch*nky."

Istilah itu diketahui memiliki sejarah panjang sebagai hinaan yang ditujukan kepada komunitas Tionghoa dan Asia Timur secara luas.

Netizen juga berhasil menggali unggahan lama lainnya yang memperlihatkan bahwa Cierra pernah menggunakan kata serupa di masa lalu, memperkuat kesan bahwa penggunaan kata tersebut bukanlah hal yang terjadi sekali saja.

Reaksi publik pun sangat cepat dan keras. Warganet, termasuk komunitas Asia-Amerika dan para aktivis anti-rasisme, langsung menyuarakan kemarahan mereka di berbagai platform media sosial.

Mereka menilai bahwa komentar semacam ini tidak dapat ditoleransi, terutama mengingat masih banyaknya kasus diskriminasi dan kekerasan verbal terhadap warga keturunan Asia yang meningkat selama beberapa tahun terakhir.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore