Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Oktober 2024 | 17.06 WIB

Menyusuri Harta Kekayaan P Diddy: Mulai dari Kesuksesan Ciroc hingga Kejahatan Hukum yang Menggerus Kerajaan Bisnisnya

Foto P Diddy. (Getty Images/Samir Hussein) - Image

Foto P Diddy. (Getty Images/Samir Hussein)

JawaPos.Com - Sean Combs, sosok multitalenta yang dikenal dengan banyak nama, termasuk P Diddy, Puff Daddy, dan lainnya. 

Menelusuri harta P Diddy, ia diperkirakan memiliki kekayaan bersih sekitar $600 juta atau setara Rp9,3 triliun pada tahun 2024. 

Namun, angka kekayaan P Diddy, kini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. 

Untuk diketahui, penurunan harta kekayaan P Diddy sebagian besar disebabkan oleh beberapa faktor kunci yang mempengaruhi aliran pendapatan dan reputasi bisnisnya.

Dikutip dari parade.com, salah satu penyebab utama penurunan kekayaan Combs adalah berakhirnya kemitraan yang sangat menguntungkan dengan perusahaan minuman multinasional Diageo. 

Kemitraan ini, yang berpusat pada merek Cîroc Vodka dan kemudian DeLeón Tequila, menjadi pilar utama dari kesuksesan finansial Combs selama bertahun-tahun. 

Mulai dari tahun 2007, Cîroc Vodka telah menjadi salah satu pendukung utama penghasilan Combs, dengan laporan pendapatan tahunan lebih dari Rp 930 miliar. 

Namun, pada awal tahun 2024, hubungan ini resmi berakhir setelah perselisihan hukum mengenai manajemen merek DeLeón yang dimulai sejak Mei 2023. 

Di usia hampir dua dekade, kemitraan ini telah berakhir, dan efeknya jelas terlihat pada kekayaannya.

Selain itu, pada bulan September 2024, Sean Combs menghadapi penangkapan atas tuduhan berat, termasuk pelecehan, perdagangan manusia, pemerasan, dan beberapa tuduhan serius lainnya. 

Peristiwa ini berdampak besar terhadap reputasi dan karier bisnisnya. Tak hanya menyebabkan Combs berurusan dengan pengadilan, tetapi juga menghancurkan beberapa kemitraan bisnis lainnya. 

Berbagai perusahaan memutuskan hubungan mereka dengan Combs, yang semakin menggerus sumber pendapatan dan memengaruhi kekayaannya secara keseluruhan.

Combs juga menghadapi tantangan dari keputusan bisnis lainnya yang kurang menguntungkan. Revolt TV, jaringan penyiaran digital yang didirikannya pada tahun 2013, sempat membawa peningkatan kekayaannya hingga sekitar Rp3 triliun.

Namun, pada akhir 2023, Combs memutuskan untuk mundur sebagai ketua perusahaan tersebut, setelah menghadapi tiga tuntutan hukum yang menuduhnya melakukan penyerangan seksual. Dengan mundurnya Combs, Revolt TV kehilangan pendorong utamanya, dan hal ini pun menjadi bagian dari deretan pukulan terhadap portofolio bisnisnya.

Tidak hanya di dunia hiburan dan minuman, Sean Combs juga sempat menikmati kesuksesan di industri mode dengan label pakaian "Sean John." 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore