
Dian Sastrowardoyo dalam perannya sebagai Dasiyah atau Jeng Yah di Serial Gadis Kretek / sumber: Akun YouTube @BASEIndonesia
JawaPos.com – Dian Sastrowardoyo mengungkapkan bahwa berperan sebagai Dasiyah atau Jeng Yah dalam serial Gadis Kretek adalah hal yang baru.
Cerita serial yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Ratih Kumala yang telah terbit sejak tahun 2012 ini bercerita tentang cinta dan pencarian jati diri seorang perajin berbakat.
Perjalanan industri rokok kretek di Indonesia pada era 60-an juga turut digambarkan di sini.
Dalam konteks latar waktu dan budaya yang berbeda, Dian merasa bahwa kebiasaan-kebiasaan Dasiyah menjadi suatu tantangan yang cukup besar baginya.
Ia menyatakan bahwa karakter krusial dalam serial tersebut memiliki kepribadian dan perilaku yang sangat berbeda dengan dirinya.
Dasiyah berbicara dengan pelan dan hemat kata. Ia hanya berbicara jika perlu.
Dikutip dari video wawancara di akun YouTube @BASEIndonesia pada Rabu (8/11), Dian Sastrowardoyo mengatakan bahwa Dasiyah berjalan dengan sangat lambat, ia tidak merasa terburu-buru, walaupun jika ada orang lain yang menunggunya.
“Dasiyah seolah memiliki ritme hidup yang sangat berbeda dari dunia sekitarnya,” kata Dian.
Ia mengakui bahwa semua perbedaan ini sangat kontras dengan sifat ekspresifnya dalam berbicara.
Oleh karena itu, Dian Sastrowardoyo mengambil beberapa langkah untuk membiasakan dirinya dengan kebiasaan Dasiyah tanpa merasa canggung.
Ia pun mengikuti sebuah latihan jalan yang bernama ‘Slow Ten,’ sebuah metode yang diadopsi dari Suzuki, Jepang.
Latihan ini dilakukan dengan berjalan sangat pelan, dimana kaki tidak boleh terlalu lurus dan harus selalu ditekuk.
“Kalau jalan tidak boleh naik turun, jadi benar-benar seperti melayang,” jelasnya saat menggambarkan gerakan yang harus dilakukan itu.
Ia pun melakukan langkah-langkah ekstrim, seperti mengisolasi diri di rumah tanpa interaksi sosial.
“Saat melakukan latihan dan persiapan peran, saya benar-benar memberi diri saya beberapa jam sehari di rumah,” ungkap pemenang pemilihan GADIS Sampul tahun 1996 ini.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
