JawaPos.com - Chef Haryo Pramoe ikut angkat bicara terkait kontroversi yang terjadi pada food vlogger Codeblue usai melakukan review makanan di Warung Madun Oseng Nyak Kopsah. Dia pun menyebut Codeblue telah melanggar etika pada saat melakukan review makanan.
"Dia tidak melakukan izin. Orang kalau masuk ke rumah orang, harusnya dia permisi dulu, izin dulu. Boleh nggak difoto, divideoin," ujar Chef Haryo kepada JawaPos.com, Selasa (26/9).
Dia mengungkapkan apabila melakukan review makanan seharusnya juga memasukkan solusinya. Jika hanya memberikan komentar jelek saja tanpa memberikan ulasan berimbang, penilaiannya bisa jadi kurang obyektif.
Ketika hal ini terjadi, kata Chef Haryo, maka rentan menjadi permasalahan hukum lantaran berpotensi dilaporkan ke polisi terkait kasus pencemaran nama baik.
Chef Haryo juga mengungkapkan, tak dipungkiri adanya restoran atau tempat makan yang kurang higienis, makanannya kurang enak atau yang lainnya. Sebagai pelanggan, merupakan hak dari pelanggan untuk berkomentar dan memberikan masukan.
Namun ketika sudah terlalu sensitif dan berpotensi merugikan restoran atau tempat makanan yang akan di-review, dia menyarankan sebaiknya dirahasikan saja atau tidak disebutkan secara gamblang restoran atau warung makan dimaksud.
Kasus semacam ini juga sempat ditemui secara langsung oleh Chef Haryo dalam sejumlah kesempatan. Akan tetapi dia lebih memilih memberikan masukan secara langsung kepada manajemen atau juru masaknya.
"Saya pernah makan Bento Jepang harga Rp750.000. Begitu dibuka ada kecoak di situ. Sampai manajernya menangis, tapi itu tidak saya viralkan," kata Chef Haryo.
Terkait masalah higienitas, Chef Haryo menyebut terkadang masalahnya bukan terletak pada restoran atau rumah makannya. Kesalahan juga bisa terjadi karena faktor dari lingkungan sekitar.
"Masalah drainase di mal-mal besar memang kadang buruk. Jadi ini kesalahan lingkungan tidak selalu melulu kesalahan juru masak," tuturnya.