
Bintang Emon sentil para penyulut flare di Gunung Bromo. /Instagram @bintangemon
JawaPos.com - Rencana para pelaku penyulut flare prewedding di Gunung Bromo yang hendak menuntut balik petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), menuai reaksi keras dari banyak pihak.
Salah satu yang tampak menyoroti aksi lapor balik penyulut flare di Gunung Bromo itu adalah komedian Bintang Emon. Melalui unggahan video di akun Instagram miliknya, Bintang Emon merasa geram dengan sikap yang diambil oleh para pelaku penyulut flare tersebut.
Ia menyinggung soal logika dasar yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Menurutnya, setiap orang yang main ke Taman Gunung Bromo sudah pasti memiliki logika dasar. Apalagi di musim kemarau ini tumbuhan yang kering tidak boleh terkena api.
Baca Juga: Rebutkan Hadiah Rp 16 Juta! Negara Ini Gelar Lomba Rebahan hingga 20 Hari
"Kalau setelah itu malah nuntut, kenapa gak ada peraturan tertulisnya, kenapa gak di cek pas masuk, kenapa gak ditemenin sama petugasnya sampai dalam, karena selama ini yang main ke sana punya logika dasar mas, punya common sense. Tumbuhan super duper kering jangan kena api, kebakaran ya. Sama kayak tangan kita basah jangan nyabut colokan kesetrum tuh," ungkapnya, dikutip JawaPos.com dari akun Instagram @bintangemon (16/9).
Saking geramnya, Bintang kemudian membandingkan sejumlah hal yang tidak ada dalam aturan tertulis. Seperti tidak adanya aturan tertulis terkait menyebrang harus tengok kanan kiri. Namun logika dasar saat menyebrang sudah pasti menengok kanan kiri terlebih dahulu.
"Gak tahu mungkin kalau di rumah mas nya di tiap colokan ada peraturan ya, tapi di rumah kita nggak ada mas, itu common sense. Sama kayak kita nyebrang ngga ada aturan harus nengok kanan kiri, itu gak ada, tapi logika dasarnya kan gitu," paparnya.
Baca Juga: Menanti Gebrakan JKT48v untuk Merebut Pasar Vtuber Indonesia
"Gak tahu mungkin mas nya kalau nyebrang ngebut kali lari gitu ya, jadi pas ketabrak nuntut pemerintah gitu, kenapa gak dibikin peraturan, kenapa gak ada petugas dishub yang nemenin saya, tapi kenyataannya gak gitu mas. Jadi logika dasar tuh wajib banget dimiliki manusia gitu," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, para penyulut flare yang mengakibatkan kebakaran Gunung Bromo berencana melaporkan balik petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).
Mereka bakal melaporkan balik petugas lantaran dianggap telah melakukan kelalaian dengan tidak menerapkan sistem pengamanan dan antisipasi kebakaran.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
