Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Juli 2023 | 21.48 WIB

Usai Kasus 7 Harimau Alshad Ahmad Mati, WWF Indonesia Tegaskan Satwa Liar Bukan Buat Peliharaan

Alshad Ahmad memberi makan anak harimau peliharaannya, Cenora dan Teona, daging Wagyu A5. - Image

Alshad Ahmad memberi makan anak harimau peliharaannya, Cenora dan Teona, daging Wagyu A5.

JawaPos.com – Baru ini, Youtuber Alshad Ahmad tengah menjadi sorotan publik lantaran, sejumlah anak harimau yang dipeliharanya mati. Menanggapi hal itu, WWF Indonesia turut berkomentar dan kecam aksi influencer tersebut.

Alshad Ahmad adalah Youtuber sekaligus Influencer Indonesia yang gemar memelihara satwa di rumahnya. Namun siapa sangka, kabar meninggalnya satwa liar yang dipelihara justru mendapat banyak respon negatif dari masyarakat Indonesia.

Dilansir dari akun Twitter @WWF_ID pada Jumat (28/7), World Wide Fund for Nature atau WWF Indonesia mengecam aksi Youtuber tersebut yang memelihara harimau bengal di rumahnya.

WWF Indonesia menanggapi berita kematian satwa liar yang tengah menjadi perdebatan banyak orang dengan mengunggah postingan ‘Satwa Liar Bukan Peliharaan’.

“Menanggapi berita kematian Harimau Bengal (Panthera tigris tigris) yang dipelihara oleh influencer di Indonesia,” tulis akun @WWF_Id pada unggahan tersebut.

Yayasan itu menyatakan dengan tegas bahwa satwa liar bukanlah satwa peliharaan. Karena satwa liar memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mempertahankan kelangsungan hidup di bumi.

Akun tersebut menjelaskan bahwa mengambil satwa liar dari habitatnya berarti mengurangi populasi satwa liar di alam. Bila dilakukan, aksi mengambil satwa liar dapat berdampak negatif pada rantai makanan dan ekosistem secara keseluruhan. 

WWF Indonesia turut mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk memerangi perdagangan satwa liar dan mengajak masyarakat lebih peduli untuk melestarikan satwa liar.

Melestarikan satwa liar yang dimaksud adalah dengan cara jangan membeli, jangan mengkonsumsi dan melaporkan otoritas setempat bila mengetahui adanya perdagangan satwa.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore