
Photo
JawaPos.com - Buntut dari perseteruan antara Ade Ratnasari dengan Ayu Aulia, ada komentar- komentar negatif di media sosial (medsos). Ade melalui kuasa hukumnya mengatakan bahwa dirinya mendapat banyak serangan dari pengguna medsos imbas dari perseteruannya dengan mantan sahabat, Ayu Aulia.
"Banyak serangan dari medsos terhadap klien saya. Psikis klien saya terganggu, kejiwaannya terganggu," kata kuasa hukum Ade Ratnasari, Muhammad Alvin Fahrezy, di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (3/8).
Di tempat yang sama, Ade Ratnasari membenarkan banyakya komentar negatif dialamatkan kepada dirinya di media sosial. Dia terus terang mengaku terganggu akibat komentar-komentar tersebut.
"Banyak posting-an, sindiran, yang tidak mungkin disebutkan namamya tapi diarahkan ke aku. Makanya aku ngobrol sama pengacara gimana solusinya. Sangat mengganggu psikis aku," katanya.
Terkait kemungkinan adanya perdamaian antara dirinya dengan Ayu Aulia, Ade mengisyaratkan kecil kemungkinan ke arah sana. "Saya belum mengajukan damai saja tapi sudah ditolak damai. Yang tersangka siapa, yang ditolak siapa," katanya.
Lebih lanjut, dari pihak Ade sendiri masih dibuka pintu kemungkina terjadinya perdamaian apabila Ayu Aulia mau mengakui kesalahannya dan mau mencari penyelesaian terbaik atas kasus yang sedang membelitnya.
"Pada prinsipnya kalau dari kita membuka kemungkinan terjadinya perdamaian, baiknya mau seperti apa. Kita tidak mencari musuh tapi mencari kawan," ujar Muhammad Alvin Fahrezy.
Ade Ratnasari dan Ayu Aulia diketahui terlibat perseteruan di ranah hukum. Mereka saling membuat laporan polisi. Ade melaporkan Ayu Aulia terkait kasus penganiayaan, sementara Ayu melaporkan Ade atas kasus pencemaran nama baik.
Perkembangan atas dua kasus tersebut, yang diproses oleh penyidik hingga ada tersangka adalah laporan Ade Ratnasari terkait kasus penganiayaan. Dengan demikian, Ayu Aulia pun kini telah menyandang status sebagai tersangka.
Kasus ini bermula dari kasus percobaan bunuh diri dilakukan Ayu Aulia yang sempat santer disebut settingan di sebuah apartemen di bilangan Setiabudi, Jakarta Selatan pada 22 Februari 2022 lalu. Keesokan harinya atau pada 23 Februari, Ade mau keluar dari apartemen lantaran merasa tidak satu pandangan lagi. Namun sayangnya dia malah mendapat penganiayaan dari Ayu Aulia.
"Pada saat saya mau keluar dari apartemennya, beliau (Ayu Aulia) langsung menampar saya, memukul kepala saya dan melempar saya dengan sepatunya. Sehingga saya mengalami memar di bagian telinga dan mata. Itu berdasarkan hasil visum ya,” jelas Ade Ratnasari pada 20 Juli lalu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
