
Photo
JawaPos.com - Rumah tangga pasangan Ferry Irawan dan Anggia Novita tidak dapat dipertahankan lagi. Rumah tangga yang mereka bina selama sekitar 12 tahun kini kandas. Majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan sudah resmi menjatuhkan putusan cerai dalam sidang yang digelar hari ini Kamis (7/10).
Pengacara Anggia Novita, Yogi Widodo mengungkapkan, pihaknya merasa bersyukur karena keinginan untuk bercerai dari Ferry Irawan akhirnya dikabulkan oleh majelis hakim. "Alhamdulillah sudah diputus oleh majelis hakim, sudah jatuh talak Mas Ferry terhadap Mbak Anggi. Dengan demikian perceraian sudah resmi mulai hari ini," tuturnya saat ditemui di PA Jakarta Selatan.
Dengan adanya putusan Pengadilan Agama ini, pihak Anggia Novita berharap Ferry Irawan menerima perceraian dan tidak mengajukan upaya hukum banding. Sehingga permasalahan tidak berlaru-larut.
"Mas Ferry sekarang tinggal di tempat ibunya. Tidak satu rumah lagi dengan Mbak Anggi," tutur Yogi.
Dalam materi gugatan, yang dimohonkan Anggia Novita, yang diminta hanya masalah perceraian. Tidak ada perebutan masalah harta gono gini atau masalah hak asuh anak karena pasangan ini memang tidak dikaruniai momongan selama masa pernikahan.
Dia juga mengungkapkan, ada dua alasan mengapa Anggia Novita melayangkan gugatan cerai terhadap Ferry Irawan. Pertama, tidak diberikan nafkah wajib oleh pihak tergugat terhadap pihak penggugat. Dan kedua, Ferry Irawan meninggalkan Anggia Novita di saat sang istri dalam keadaan sakit.
Sementara itu, Lapana Saragih selaku kuasa hukum Ferry Irawan mengungkapkan permasalahan rumah tangga kliennya memang terjadi sudah cukup lama. Terjadi ketidakharmonisan yang mengakibatkan rumah tangga Ferry-Anggia Novita terasa hambar.
"Saya tidak bisa menyebutkan detail. Yang pasti mereka sudah tidak harmonis. Dengan demikian kami juga memohon dikabulkan perceraian ini," tuturnya.
Diketahui, Anggia Novita melayangkan gugatan cerai terhadap Ferry Irawan ke Pengadilan Agam Jakarta Selatan pada Juli 2021. Gugatan cerai ini didaftarkan Anggia Novita terhadap lelaki yang menikahinya pada 2009 silam dengan sistem online.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
