Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 September 2021 | 17.36 WIB

Penjemputan Saipul Jamil Disoal, Indah Sari: Dia Tak Tahu Apa-apa

Saipul Jamil saat meninggalkan Lapas. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily menyesalkan perayaan yang dilakukan mantan terpidana kasus pedhofilia ini saat keluar dari Lapas. - Image

Saipul Jamil saat meninggalkan Lapas. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily menyesalkan perayaan yang dilakukan mantan terpidana kasus pedhofilia ini saat keluar dari Lapas.

JawaPos.com - Penyambutan kebebasan pedangdut Saipul Jamil dari Lapas Kelas I Cipinang Jakarta Timur Kamis (2/9), menuai polemik lantaran disebut sebagai upaya melakukan glorifikasi. Sementara lelaki yang akrab disapa Bang Ipul adalah mantan narapidana kasus asusila dan suap.

Euforia penjemputan Saipul Jamil dengan pengalungan bunga seperti pemenang olimpiade, hingga dijemput menggunakan mobil sport mewah, disebut warganet akan melukai hati korban. Apalagi hal itu mendapat ekspose besar-besaran dari media.

Indah Sari selaku sahabat dekat menyatakan Saipul Jamil tidak tahu apa-apa terkait proses penjemputan dirinya. Mobil sport mewah itu berasal dari dirinya, bukan atas rencana keluarga Bang Ipul.

"Memangnya salah aku jemput pakai mobil mewah? Itu mobil aku yang punya. Itu mobil sendiri, enggak sewa," kata Indah Sari kepada JawaPos.com.

Jika dinilai terdapat kesalahan pada proses penjemputan Saipul Jamil, ia menegaskan hal itu bukan lah kesalahan sang sahabat. Ide menjemput Saipul Jamil menggunakan mobil mewah bersumber dari dirinya.

"Dia enggak tahu apa-apa mengenai penjemputan itu. Kalau orang nggak kaya mungkin sewa taksi online dulu ya. Aduh jadi pengin sombong nih kalau begini," aku Indah Sari.

Selain euforia penjemputan Saipul Jamil yang dinilai berlebihan bisa melukai perasaan korban terlebih apabila rasa traumanya belum sepenuhnya hilang, sejumlah program televisi juga dinilai netizen melakukan upaya glorifikasi atas kebebasan Saipul Jamil. Buntut dari hal tersebut, sejumlah warganet meminta Saipul Jamil diboikot dari acara-acara TV.

Selain di Twitter, aksi boikot Saipul Jamil juga menggema lewat petisi online Change.org. Bahkan sampai hari ini Rabu (8/9), petisi tersebut sudah ditandatangi oleh 500 ribu orang lebih.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sudah angkat bicara terkait upaya glorifikasi Saipul Jamil usai keluar dari Lapas Kelas I Cipinang Jakarta Timur, Kamis (2/9). KPI dengan tegas meminta stasiun TV menghentikan glorifikasi Saipul Jamil.

“Kami berharap seluruh lembaga penyiaran memahami sensitivitas dan etika kepatutan publik terhadap kasus yang telah menimpa yang bersangkutan. Sekaligus tidak membuka kembali trauma yang dialami korban,” kata Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo, dalam keterangannya di laman website KPI Pusat, Senin (6/9).

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore