Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Desember 2019 | 02.07 WIB

Indra Bekti Ungkap Tahapan Program Bayi Tabung yang Dijalani Istrinya

Artis Indra Bekti mengalami pendarahan pada bagian otak dan telah melakukan 2 kali operasi dalam satu hari pada Rabu (28/12/22). Dok. JawaPos.com - Image

Artis Indra Bekti mengalami pendarahan pada bagian otak dan telah melakukan 2 kali operasi dalam satu hari pada Rabu (28/12/22). Dok. JawaPos.com

JawaPos.com - Dari hasil pernikahannya dengan Aldilla Jelita pada 2010 silam, presenter Indra Bekti dianugerahi tiga orang anak. Masing-masing bernama Dafania Sahira Indrabekti, Amabell Eleanor Indrabekti dan Kenward Athar Indrabekti. Namun sayangnya anak ketiga Inbek, sapaan akrabnya, tidak berumur panjang. Si kecil meninggal dunia setelah sekitar 30 menit dilahirkan pada 31 Januari 2016.

Setelah kejadian itu, Indra Bekti masih terus berusaha supaya mendapatkan momongan lagi. Namun usaha melalui proses normal ternyata tidak membuahkan hasil. Dia pun memutuskan untuk melakukan program kehamilan melalui metode bayi tabung.

Indra Bekti dan istrinya resmi melakukan program bayi tabung pada 4 November 2019. Embrio yang sudah berkembang kemudian dimasukkan ke dalam rahim Aldilla pada 6 Desember 2019 kemarin. Ditemui di bilangan Senayan, Jakarta, Kamis (19/12), Indra Bekti menceritakan tahapan proses bayi tabung yang dilakukan istrinya.

"Aku sama istriku diperiksa untuk mengetahui apakah ada kelebihan atau kekurangan dalam tubuh kita, dicek darah dan lain-lain gitu. Habis itu kalau sudah oke, lanjut ke fase berikutnya yaitu Dilla harus disuntik delapan kali selama delapan hari untuk membesarkan telurnya," terang Indra.

Setelah suntikan tuntas dilakukan dan sel telurnya membesar, dua hari kemudian dilakulan proses pengambilan sel telur. "Alhamdulillah Dilla kemarin dapat 21 telur dan langsung dikawinkan sama sperma aku melalui wadah khusus. Nah, dari 21 telur yang sudah dicampurkan sama sperma aku itu, 13 embrio yang bagus," kata Indra Bekti.

Embrio-embrio tersebut kemudian dibiarkan berkembang namun tumbang hingga tersisa 3 embrio yang bertahan terseleksi secara alamiah. Indra Bekti menyebut cuma ada 2 embrio yang dimasukkan ke dalam rahim Dilla. Satu embrio lainnya disimpan khawatir dalam proses yang pertama ini mengalami kegagalan.

"Nah setelah jadi embrio, yang terbaik mana baru dari embrio itu, dilakukan embrio transfer ke dalam rahim ibunya. Nah itu kita tunggu nempel apa enggak, apakah ada kehamilan atau tidak gitu. Kalau terjadi kehamilan itu akan berkembang seperti orang hamil biasa," tutur Indra Bekti.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore