
Photo
JawaPos.com - Proses operasi yang dilakukan terhadap penyanyi Vidi Aldiano terkait penyakit kanker pada ginjal sebelah kiri berjalan lancar. Operasi dilakukan di sebuah rumah sakit di Singapura pada Jumat (13/12) kemarin. Operasi tersebut membutuhkan waktu selama beberapa jam dan baru selesai sekitar pukul 19.00 waktu setempat.
Penyakit tersebut memang terbilang langka di Indonesia. Tidak banyak orang yang mengalami. Salah satunya adalah ibunda penyanyi muda Alika Islamadina, Yuanita Rohali. Dia sempat menderita penyakit yang sama persis dengan yang diderita Vidi Aldiano sekitar 2014 silam. Ketika itu dia sempat sempoyongan tidak bisa mengendalikan tubuh.
Setelah dilakukan pemeriksaan intensif di sebuah rumah sakit di Jakarta pada waktu itu, diketahui ibunda Alika menderita penyakit kanker pada ginjal sebelah kiri. Atas rekomendasi dokter rumah sakit di Jakarta, ibunda Alika melakukan perawatan intensif di Singapura dan dilakukan pengangkatan ginjal kirinya.
Photo
Ibunda Alika, Yuanita Rohali, saat menjenguk Vidi Aldiano (Instagram yuanitarohali )
"Operasi yang saya lakukan 5 tahun lalu adalah pengangkatan ginjal kiri karena kanker ginjal yang ditemukan ukurannya sudah besar hampir sebesar ginjal. Sehingga tindakan yang dilakukan adalah pengangkatan ginjal kiri dengan teknik laparoskopi," ungkap Yuanita kepada JawaPos.com, Sabtu (14/12).
Setelah operasi selesai dilakukan, ibunda Alika sempat menjalani proses pemulihan di Singapura sekitar 12 hari. Dua hari dilakukan di rumah sakit dan 10 hari di apartemen. Setelah itu dia pulang ke Jakarta, namun diharuskan melakukan check-up rutin.
"Saya tidak bisa menjawab untuk kasus Vidi. Tapi untuk kasus saya yang sama penyakit dan treatment-nya. Dulu itu saya awalnya kontrol 3 bulanan, lalu 6 bulanan dan setelah itu setahun sekali. Pada tahun ke-5 kontrol disertai dengan MRI," tuturnya.
Selama 5 tahun belakangan, ibunda Alika harus benar-benar menjaga makanan dan pola hidup. Dokter menyarankannya untuk mengkonsumsi makanan seperti orang yang mengalami penyakit asam urat.
"Saya disarankan untuk melakukan pola makan seperti orang berpenyakit asam urat, mengurangi konsumsi daging dan makanan yang manis, dan minum air putih yang cukup (tidak boleh berlebihan juga)," ungkapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
