
Angkie Yudistia aktivis tunarungu yang menceritakan perjalanannya berhijab. (Issak Ramdhani)
JawaPos.com - Sosok Angkie Yudistia dikenal dalam komunitas tuna rungu sebagai wirausahawan sekaligus CEO sukses yang membangun perusahaan bagi kaum disabilitas. Angkie juga dikenal sebagai aktivis tuna rungu yang sukses menjadi inspirasi bagi banyak orang. Menjadi tuna rungu bukan batasan baginya, rasa syukur itu kini diaplikasikannya dalam keputusan mengenakan jilbab.
Sudah lebih dari 2 bulan Angkie berhijab. Dia membutuhkan masa adaptasi lebih dari 2 pekan untuk menyesuaikan diri dengan penampilan barunya. Selain itu semua, Angkie punya kisah inspiratif di balik keputusannya itu.
Idul Fitri 1440 Hijriah menjadi Lebaran pertama di mana dirinya sudah menutup aurat sebagai muslimah. Keputusannya itu ternyata ada pengaruh atau dukungan dari suaminya. Berawal dari kesedihannya atas rasa kehilangan dia dan keluarga atas berpulangnya mendiang ayah mertua. Sejak peristiwa itu, Angkie menjadi introspeksi dan berbenah hati.
"Hijrah, iya karena saya masih baru banget pakai hijab kan. Saat itu saya kehilangan ayah mertua karena saya masih tinggal 1 rumah sama almarhum. Kami semua merasa kehilangan sosok ayah. Saat mengikuti proses kematian almarhum, menyadarkan saya sebagai manusia bahwa kita enggak ada apa-apanya, banyak kurangnya," tegasnya kepada JawaPos.com baru-baru ini.
Photo
Co Founder Hijablyfe Nurul Trihandayani (kanan) Bersama Angkie Yudistia (kiri) saat peluncuran Hijab Lyfe di Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (23/4). (Issak Ramdhani/JawaPos.com)
Dukungan suami semakin memperkuat niat perempuan pendiri Thisable Enterprise itu. Ibu satu anak itu tersentuh mendengar kalimat suaminya.
"Suami saya berkata, harta yang berharga itu dari sebaik-baiknya perhiasan di dunia adalah wanita yang salehah. Memang sih, pakai hijab kan harusnya pakai dari diri sendiri, tapi kan dibantu suami justru saya menjadi istri saleha dong. Maka akhirnya saya pakai. Dari situ pelan-pelan memperbaiki akhlak dan ilmu pengetahuan. Walaupun terbatas tak bisa mendengar, selalu berusaha menjadi istri yang baik," papar Angkie.
Angkie memiliki kisah masa kecil yang kurang menyenangkan. Kala itu dia mengalami banyak bullying dari teman-teman sebayanya karena dia mengenakan alat bantu dengar di telinganya. Masalah alat bantu dengar itu juga sempat menjadi salah satu hal yang membuat batinnya bergejolak saat akan memutuskan memakai hijab.
"Saya kan pakai alat di kanan dan kiri, sejak kecil di-bully alat apa sih yang saya pakai. Hal itu juga jadi pertimbangan, akan ribet enggak ya karena kan saya pakai alat. Biasa manusia selalu dipenuhi ketakutan, enak enggak ya, nyaman enggak ya. Takutnya harus copot lepas dan pasang lagi. Dulu kan harus mikirin rambut hairstyle, nanti kalau berhijab waktunya malah lebih lama enggak ya? Belum lagi kalau bahan hijabnya salah, nanti kresek-kresek," ungkap Angkie.
Maka proses pergolakan batin terjadi di saat tahlilan almarhum ayah mertuanya. Banyak keluarga dan suaminya pun mendorongnya mengenakan jilbab. Momen mengharukan lainnya juga dialaminya saat tahun 2017, Angkie pergi umrah.
"Saya ingat ada seorang perempuan bertanya kepada saya, kamu akan lepas hijab enggak saat ke Tanah Air. Saya bilang saat itu, saya akan melepas. Lalu dia bilang, sayang ya karena banyak perempuan tak bisa masuk surga karena tak bisa menutup auratnya. Sejak saat itu hanya ingin saja tetapi belum diniatkan. Sampai pada akhirnya saya membulatkan keputusan, mau apalagi sih. Saya sudah sukses membangun semuanya sendiri, menjadi istri, ibu, apalagi?" tegasnya.
Penyesuaian Gaya Busana
Angkie yang baru berhijab berusaha untuk terus belajar menutup auratnya. Busana yang masih sedikit ketat atau terbuka, diperbaiki terus sambil mempelajari berbagai ajaran Islam. Untuk memilih kerudung pun, Angkie yang merupakan penyandang disabilitas sampai menggelar poling di akun Instagram miliknya. Dia khawatir bahan kerudung akan mengganggu pendengarannya.
"Sampai saya tanya netizen atau follower saya, dan lebih dari 90 persen bilang bahan yang cocok untuk tuna rungu itu voal. Jadi membuat saya nyaman bebas bergerak tanpa merasa khawatir akan terganggu oleh alat yang saya pakai," jelasnya.
Angkie yang gemar nonton drama Korea itu juga memasukkan tema nuansa Korean Style pada gaya busananya. Misalnya dengan rok dan sepatu sneakers atau blazer ala Korea. Dia juga suka memakai rok tutu di acara formal.
"Kerudung saya lebih suka warna kalem atau natural karena wajah dan warna busana saya sudah strong. Kalau gaya suka Korea, jadi lagi senang gayanya ala Korea, dan anak bazar juga. Dan sepatu lebih memilih sneakers atau yang tak terlalu tinggi heels-nya, karena saya sudah tinggi ya," ujarnya tertawa.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
