
Lee Seok Cheol dan Lee Seung Hyun mantan member The East Light saat hadir di Kantor Pusat Kejaksaan Seoul, Rabu (2/1)
JawaPos.com - Pada 26 Desember 2018 lalu, CEO Media Line Entertainment, Kim Chang Hwan yang mengajak mantan member The East Light, Jung Sa Kang dan Lee Eun Sung menyebutkan bahwa Lee Seok Cheol dan Lee Seung Hyun telah berbohong soal penyiksaan yang diterima mereka. Tak tinggal diam, Lee Bersaudara pun membantah segala klaim yang dialamatkan padanya.
Hal itu disampaikan Lee Seok Cheol dan Lee Seung Hyun ketika mereka hadir di Kantor Kejaksaan Pusat Seoul pada Rabu (2/1) untuk memberi kesaksian soal kasus yang mereka laporkan. Klaim tentang bukti luka yang diterima adalah karena siksaan ayahnya sendiri, serangan Moon Young Il yang dibesar-besarkan, menghindar saat bertemu di sekolah, hingga soal instrumen musik yang dicuri dari kantor agensi dituduhkan dalam konferensi pers yang digelar sebagai perlawanan Lee Bersaudara sebelumnya.
"Aku kesal mendengar mereka mengatakan bahwa aku membuat pernyataan yang aku tahu dan tidak pernah diperbuat. Aku akan terus melakukan yang terbaik dan berbicara jujur untuk penyelidikan dan aku akan berbicara kepada mereka tentang tindakan yang menuduh bahwa aku tidak pernah merasakannya," ujar Lee Seok Cheol seperti dilansir dari Soompi.
Ia menegaskan, langkah yang ia ambil saat ini adalah agar sesuatu seperti yang dialaminya tidak terjadi lagi di industri hiburan K-pop. Tidak hanya bagi dirinya dan saudaranya, tetapi juga bagi artis-artis muda lain yang memiliki impian yang sama.
Dalam konferensi pers yang dilakukan Media Line Entertainment dan dua member The East Light lainnya, mereka menyebut bahwa luka-luka yang diterima Lee Bersaudara adalah karena penyiksaan dari ayahnya sendiri. Menanggapinya, Lee Seok Cheol menegaskan bahwa ayahnya tidak pernah memukul mereka.
"Kami terluka dengan klaim mereka. Mereka mengklaim bahwa ayah kami memukul kami dengan tongkat golf, bukan hanya ayah kami tidak bermain golf tapi keluarga kami juga tidak mampu untuk bisa bermain golf. Mendengar itu membuatku merasa kasihan kepada ayah, itu membuatku berpikir, apakah aku salah karena memutuskan mengejar karir di bidang musik?" katanya.
Ia menegaskan dirinya selalu bangga dengan ayahnya dan sang ayah sama sekali tak pernah menyiksanya. Ia juga kecewa pernyataan mereka itu membuat citra ayahnya menjadi ayah yang buruk.
Kemudian soal penyiksaan dari produser Moon Young Il yang dibesar-besarkan, Lee Seok Cheol juga membantahnya. Ia mengatakan, dirinya hanya menggambarkan apa yang telah dialami secara pribadi. Termasuk juga soal pernyataan Lee Eun Sung dan Jung Sa Kang yang menyebutkan mereka kerap menghindar di sekolah saat bertemu.
"Tidak ada perselisihan dalam grup kami. Memang ada perselisihan pribadi, tetapi tidak ada perselisihan di dalam dalam grup secara keseluruhan. Di sekolah, Jung Sa Kang dan aku berada di kelas yang berbeda dan kami jarang bertemu. Lee Eun Sung bahkan jarang datang ke sekolah. Tapi mereka menyatakan bahwa kami menghindarinya, bahkan kami tak punya kesempatan melihatnya," katanya.
Sementara terkait dengan cuplikan CCTV yang membuat agensi menuduh ayah mereka mencuri dikatakannya bahwa rekaman CCTV itu berasal dari hari sebelum ia melakukan konferensi pers pada Oktober 2018 lalu. Ia menyatakan, beberapa instrumen musik yang diambil merupakan instrumen pribadi dan bukan seperti yang dituduhkan.
"Agensi mengatakan kami mencurinya, tapi aku tidak melihatnya demikian. Beberapa instrumen memang dibayar oleh agensi tetapi mereka bahkan tidak tahu apa instrumen itu, bagaimana dibeli, dan digunakan. Aku pergi membelinya dan hanya aku yang merawatnya. Mereka memberiku hak penuh untuk memiliki dan merawatnya dan aku membayar semua biaya perbaikan," katanya.
Oleh karena itu, ia pun tak habis pikir jika pihaknya dituduh telah mencuri. Terlebih saat itu dirinya masih memiliki kontrak ekskluif sebagai artis dari Media Line Entertainment.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
