Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Desember 2018 | 22.10 WIB

Saudara Kembar Cerita Perjuangan Ifan Seventeen Selamat dari Tsunami

Ifan satu-satunya personel Seventeen yang selamat dari tsunami yang menerjang pesisir Selat Sunda. - Image

Ifan satu-satunya personel Seventeen yang selamat dari tsunami yang menerjang pesisir Selat Sunda.

JawaPos.com - Saudara kembar Ifan Seventeen, Riedhan Fajarsyah atau akrab disapa Idan mengungkap bahwa beberapa orang yang berusaha menyelamatkan diri sempat menenggelamkan kepalanya. Dia pun memaklumi naluri bertahan hidup tersebut.


Hal tersebut pun sempat menimpa saudaranya. Kepala Ifan sempat dijadikan pegangan dari orang-orang yang berusaha keluar dari air untuk bernapas.


"Jadi, dia (Ifan) itu kegulung (ombak), terus mungkin lumrah orang ketika panik langsung menyelamatkan diri sendiri. Katanya banyak yang nyelemin kepalanya dari belakang," ujar Riedhan Fajarsyah usai menghadiri pengajian untuk Herman Sikumbang di Komplek DPR, Jakarta Selatan, Rabu (26/12) malam.


Oleh karena hal itu, lanjut Idan, Ifan sempat berpikir untuk menyerah. Bahkan, vokalis Seventeen itu sempat membicarakan soal kematian.


"Terus dia sempat mikir dia sudah nggak kuat lagi. Dia bilang, kalaupun meninggal dia ikhlas," sambung Idan.


Terlebih lagi, ternyata saat itu pinggul Ifan sempat tersangkut. Sehingga, membuatnya sulit bergerak dan pasrah tenggelam di dalam air. Tetapi, nasib berkata lain, tak disangka dia bisa lepas dari sangkutan tersebut.


"Ifan sempat kesangkut. Dia sempet kesangkut besi pinggangnya dan tiba-tiba lepas dan tiba-tiba dia sudah ada di tengah laut," ujar Idan


Beruntungnya lagi, Ifan menemukan kotak alat musik untuk berpegang. Sehingga, membantunya untuk mengambang.


"Dia bilang, dia itu kayak ada hardcase alat dan dia pegangan berempat. Dia bilang sama tiga orang lainnya. Kalau ada yang tenggelam, dia bilang, tolong jangan pegang badan karena kita semua bisa meninggal," ungkap Ifan.


Selanjutnya, sebagaimana telah diberitakan, Ifan terapung di tengah laut sekitar dua jam lamanya. Hingga akhirnya dia berenang ke daratan dan selamat.


"Itu keadaannya masih ramai orang teriak minta tolong. Sampai akhirnya itu sepi meninggal semua yang di situ. 1,5 sampai 2 jam dia berenang ke daratan," pungkas Idan.


Diketahui, Ifan satu-satunya personel Seventeen yang selamat dari terjangan tsunami di pesisir Selat Sunda pada 22 Desember lalu. Tiga rekannya, Herman (gitaris), Bani (bassits), dan Andi (drummer) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Editor: Novianti Setuningsih
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore