
Para pemain film Dilan 1990 saat berkunjung ke kantor JawaPos.com, Senin (8/1).
JawaPos.com - Film yang diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq berjudul Dilan 1990 meledak di pasaran. Hanya dalam waktu 10 hari tayang, film Dilan 1990 berhasil disaksikan 4 juta penonton.
Seolah tak ingin kehilangan momen, sang produser langsung bergerak cepat untuk menggarap lanjutannya yang berjudul Dilan 1991 dengan pengarang yang sama.
"Film (Dilan 1991) berikutnya akan (tayang) tahun depan, estimasi di Februari," kata Ody Mulya Hidayat, Produser Max Pictures Indonesia yang memproduseri film Dilan 1990, kepada JawaPos.com, Jakarta, Minggu (11/2).
Nanti, proses penggarapan film Dilan 1991 akan dijadwalkan ketika sang pemeran utama yang didapuk sebagi Dilan, Iqbaal Ramadhan pulang ke Indonesia.
"Kira-kira akan digarap Juli tahun ini setelah Iqbaal pulang ke Indonesia," jelasnya.
Saat ini, Iqbaal diketahui tengah menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Ody menyebut apabila kepulangan Iqbaal harus ditunda, maka proses syuting Dilan 1991 bisa dimulai pada Desember tahun ini.
"Atau kalau Desember setelah Iqbaal pulang ke Indonesia, jadi kemungkinan tayangnya mundur jadi habis lebaran (tahun depan)," ujar Ody.
Ody menceritakan dirinya memang sudah lama ingin memvisualisasikan novel yang sempat viral beberapa tahun lalu itu.
Dirinya juga harus bersaing dengan beberapa rumah produksi lain sebelum akhirnya disetujui oleh pengarang novel, Pidi Baiq untuk menggarapnya bersama sang sutradara Fajar Bustomi.
"Jadi saya ke sana ternyata belum ada (rumah produksi) yang bisa ambil walau beberapa rumah produksi sudah ke sana, saya coba tanya kenapa mungkin dari Pidi Baiq ada yang belum bisa dipenuhi (kriterianya untuk difilmkan)," terangnya.
Keinginan Ody dan ekspektasinya terhadap novel trilogi tersebut berbuah manis. Film yang dibintangi oleh Vanesha Pricilia itu akhirnya menjadi film yang laris manis di pasaran mengikuti kesuksesan novel aslinya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
