Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Januari 2018 | 18.56 WIB

Yok Koeswoyo: Indonesia Jadi Kolam Lumpur, Salah Siapa?

Yok Koeswoyo bersama Budayawan Cak Nun usai pemakaman almarhum Yon Koeswoyo, Sabtu (6/1). - Image

Yok Koeswoyo bersama Budayawan Cak Nun usai pemakaman almarhum Yon Koeswoyo, Sabtu (6/1).

JawaPos.com - Jumat (5/1/18) kemarin, Indonesia kembali kehilangan harta berharganya di dunia musik. Salah satu musisi legendaris Indonesia, Yon Koeswoyo tutup usia. Pentolan band Koes Plus ini meninggal akibat sakit menahun yang dideritanya.


Ditemui usai menghantarkan sang adik ke peristirahatan terakhirnya, satu-satunya anggota Koes Plus yang tersisa, Yok Koeswoyo bercerita bagaimana perjuangan band-nya demi bangsa Indonesia.


Dengan pandangan menerawang jauh, dia mengingat bagaimana susahnya Koes Plus bermusik hingga mencicipi sel penjara pada era orde lama. Tetapi, tidak ada yang mendengarkan apalagi membantu.


"Kalau anda mendengarkan lagu-lagu Koes, kami pernah membuat banyak lagu untuk negeri, salah satunya Kolam Susu. Selama berpuluh tahun tak ada yang mendengarkan, kami pernah juga dilarang pemerintah, dipenjara. Siapa yang mendengarkan? Gus dur," kenangnya saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Sabtu (6/1).


Gitaris Koes Plus ini menegaskan banyak lagu yang telah diciptakan mereka sejak tahun 60-an yang menggambarkan kondisi bangsa. Sekaligus, bentuk kritik terhadap pemerintah dan masyarakat Indonesia itu sendiri.


"Walaupun kelihatannya kita genjrang genjreng tidak jelas, kami menyuarakan tentang bangsa. Bahkan, kalau saya boleh gambarkan nusantara ini tanah perjanjian. Tanah kita ini luar biasa suburnya, cuma yang saya sayangkan sekarang ini jadi kolam lumpur, bukan kolam susu. Salah siapa? Salah kita semua. Kita tuh hebat. Dunia tuh berpaling ke sini, ke tanah kita. Jangan neko-neko lah," ujarnya.


Oleh karena itu, dia menyelipkan harapan agar bangsa Indonesia bisa memahami potensi yang dimiliki dan bersatu memanfaatkannya untuk kesejahteraan bersama. Tentunya, dengan berlandaskan keadilan sosial.


"Harapannya sama dengan kalian, kan kita semua menginginkan kesejahteraan. Kalau keadilan, persatuan sosial sudah dipegang, musyawarah itu mudah sekali. Kalau dua ini sudah dipegang, keadilan pasti terwujud," katanya.


Sebagaimana diketahui, sepeninggal Yon Koeswoyo, maka otomatis Koes Plus hanya digawangi oleh Yok Koeswoyo.

Editor: Novianti Setuningsih
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore