Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 16.24 WIB

Ditawari Rp 150 Juta untuk Jadi Buzzer dan Memperbaiki Citra Pemerintah, Jerome Polin Beri Jawaban Menohok!

Jerome Polin. (Instagram Jerome Polin) - Image

Jerome Polin. (Instagram Jerome Polin)


JawaPos.Com - Di tengah carut marut kebijakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hingga memicu demo besar-besaran, Youtuber Jerome Polin turut menyita perhatian masyarakat.

Berdasarkan Pantauan Jawa Pos di media sosial, baru-baru ini Jerome Polin telah ditawari untuk menjadi buzzer dengan bayaran yang sangat fantastis.

Dikutip dari laman Instagram pribadinya, Jerome Polin mengungkap bahwa dirinya sempat mendapatkan tawaran fantastis senilai Rp150 juta untuk menjadi buzzer.

"Halo kak, disini kami ingin menawarkan paid promote, untuk satu video konten dari kami apakah berminat kak? PP (RTP) ajakan damai Indonesia. Ajakan untuk damai dari pemerintah, DPR, Brimob ojol dan Masyarakat," demikian penawaran untuk Jerome Polin yang dijanjikan Rp 150 juta.

Seperti diketahui sebelumnya, YouTuber Jerome Polin sempat mengkritisi langkah DPR yang diakui membuat dirinya meradang.

Di tengah tuntutan rakyat, anggota DPR justru memutuskan WFH saat ada aksi demonstrasi, beberapa hari lalu.

Menurut pandangan Jerome, langkah tersebut sama sekali tidak tepat karena DPR adalah lembaga yang seharusnya berdenyut bersama kegelisahan dan keresahan rakyat.

Alhasil, tawaran menjadi Buzzer ini kembali membuat Jerome semakin kesal.

Meski konten yang harus dibuat Jerome Polin hanya satu, dalam bentuk video dan diminta dan diunggah melalui Reels Instagram pada 1 September 2025 pukul 15.0, Jerome justru memberi jawaban yang membuat publik kagum.

Di tengah kondisi Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja dengan kebijakan pemerintah yang masih kurang pas, Jerome Polin berharap hal-hal seperti ini bisa diperbaiki lagi.

Alih-alih membayar buzzer, Jerome Polin berharap pemerintah bisa menggunakan uang tersebut untuk mensejahterakan guru yang memiliki gaji rendah di Indonesia.

"Uang rakyat dipakai buat bikin narasi-narasi untuk pencitraan seolah semua baik-baik saja. Jangan sampai lengah, jangan terpecah belah, kawal terus," seru pria asal Surabaya itu.

Menurut dia, daripada uang Rp 150 juta digunakan untuk sewa buzzer, alangkah baik dan bermanfaatnya apabila digunakan untuk sejahterakan guru.

"Uang rakyat dipakai buat bayar buzzer per orang Rp 150 juta 1 post kalau dipakai buat naikin gaji guru per orang 10 juta, sudah bisa bikin 15 guru hidup sejahtera selama sebulan."

"Jangan lengah, kita kawal terus. Kita berhak atas transparansi pemakaian uang pajak kita! Sudah saatnya kita aware," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Jerome Polin meminta agensi dan KOL untuk tidak menerima penawaran job semacam itu. Sebab, dampaknya akan buruk untuk kebaikan bangsa dan negara serta rakyat secara keseluruhan.

"Aku mohon untuk kali ini, jangan korbanin rakyat buat kepentingan kalian sendiri. Semua lagi susah, kita berjuang bersama, ya? Tolong," pintanya  

Tangkap layar postingan Jerome Polin. (Instagram/Jeromepolin)

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore