
Penyanyi Baskara Putra dengan nama panggung Hindia beri tanggapan terkait konsernya yang disebut mengandung unsur satanic.
JawaPos.com - Baskara Putra 'Hindia' disebut-sebut sebagai penyembah setan atau mempromosikan satanisme dalam karya dan aksi panggungnya. Apalagi dalam konsernya, ada tanda-tanda yang seolah menguatkan asumsi tersebut seperti simbol mata satu dan lain-lain.
Baskara Putra tegas membantah Hindia dianggap mempromosikan satanisme dalam konser. Menurut dia, apa yang terlihat dalam konser Hindia merupakan konsep yang memiliki storyline. Dia pun sadar bakal mendatangkan kontroversi, namun dia mengaku tidak punya ekspektasi orang-orang akan mengaitkannya dengan satanisme.
Baskara Putra lantas mengungkapkan konsep atau caranya di dalam berkarya di dunia musik. Jika banyak pencipta lagu memasukkan lirik-lirik positif karena lagu seperti doa, tidak demikian bagi Baskara Putra.
Bagi pria berusia 31 tahun itu, saat berkarya, dia berusaha menumpahkan semua apa adanya dan sejujur mungkin. Tidak peduli meskipun dimaknai sebagai hal negatif bagi orang-orang. Baskara Putra menganggap karyanya semacam diary yang mendokumentasikan apa yang dialami dan dia rasakan.
"Misalnya album ini mendokumentasikan kehidupan aku yang ini," tutur Baskara Putra.
Terkait lagu Matahari Tenggelam yang liriknya sempat menuai kontroversi, Baskara menegaskan bahwa lirik lagu itu menggambarkan apa yang dirasakannya secara personal.
"Dengan adanya patung kemarin, dekorasi di konser dengan aksi panggung dan segala macam, orang-orang melakukan cocoklogi, dikaitkan ke satanic, penyembah setan. Padahal, lagu Matahari Tenggelam itu pengalaman gua dihajar orang-orang di internet," akunya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
