Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Juni 2025 | 00.42 WIB

Punya Masa Lalu Kurang Baik, Davina Karamoy Tak Percaya Cinta di Series Main Hati

Davina Karamoy bintangi series Main Hati, berperan sebagai CEO muda yang tidak percaya cinta. (Abdul Rahman/JawaPos.com) - Image

Davina Karamoy bintangi series Main Hati, berperan sebagai CEO muda yang tidak percaya cinta. (Abdul Rahman/JawaPos.com)

JawaPos.com - Aktris Davina Karamoy membintangi series berjudul Main Hati. Dalam series yang akan tayang mulai 27 Juni 2025, dia memerankan karakter sebagai Angela, seorang CEO muda dari sebuah perusahaan yang berada di ambang kehancuran mendesak untuk diselamatkan.

Davina Karamoy dalam series ini termasuk orang yang tidak percaya akan cinta. Namun, dia terjebak harus melakukan kawin kontrak untuk kepentingan masa depan perusahaan.

"Angela di sini tidak percaya cinta. Ini karena masa lalu Angela ketika dia masih kecil," kata Davina Karamoy dalam jumpa pers di bilangan Senayan Jakarta, Senin (23/6).

Menurut Davina, memerankan karakter sebagai CEO merupakan pengalaman pertamanya. Dia pun berusaha menyesuaikan penampilan dan gerak tubuh selayaknya seorang CEO. Davina Karamoy melakukan observasi dengan sejumlah konten yang beredar di YouTube supaya para penonton percaya bahwa dirinya memang pantas menjadi CEO.

Baca Juga: Kembali Berperan jadi Pelakor di Film Terbarunya, Davina Karamoy: Aku Kini jadi Pelakor Baik
 
"Aku sedikit riset gimana gestur seorang CEO. Gerakan tangannya seperti apa, pembawannya, cara jalannya, dan lain-lain. Aku risetnya lewat YouTube," kata Davina Karamoy.

Selain itu, aktris berusia 22 tahun juga menonton tayangan yang membahas tentang motivasi dan cara pembawaan ketika menjadi seorang CEO. Hal itu sangat membantu Davina Karamoy untuk memerankan karakter sebagai Angela, di samping naskah skenario yang menjadi pegangan.

Dalam kesempatan itu, Davina Karamoy juga mengungkapkan adegan paling berat yang dia rasakan saat menjalani syuting. Davina pada awal syuting langsung diminta untuk take episode terakhir dimana dia harus memerankan adegan menangis. 

"Hari pertama syuting aku langsung dapat adegan menangis di episode akhir, yang mana aku  belum terlalu tahu ya kenapa aku harus nangis. Tantangannya adalah bagaimana aku bisa nangis sebagai keberlanjutan dari emosinya," paparnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore