
Lisa Mariana bersama tim kuasa hukum di Komnas Perempuan. (Abdul Rahman/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Lisa Mariana memenuhi undangan dari komisioner Komnas Perempuan terkait pengaduan yang sempat dibuat beberapa waktu lalu. Dia datang didampingi tim kuasa hukumnya.
Pihak Lisa Mariana senang, karena laporan pengaduan yang dibuat pihaknya direspons secara positif oleh Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Dengan adanya pengaduan tersebut, komisioner Komnas Perempuan berjanji akan mengamati setiap perkembangan kasus yang dialami Lisa Mariana terkait perseteruan Lisa dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atas kasus sengketa pengakuan anak.
Saat Markus Nababan selaku kuasa hukum hampir selesai berbicara di hadapan awak media usai bertemu komisioner Komnas Perempuan, tiba-tiba Lisa Mariana berteriak kencang. Lisa berbicara dengan nada keras meminta Ridwan Kamil untuk tidak selalu pencitraan.
"Pak RK jangan terus pencitraan ya. Anak orang diasuh, anak sendiri nggak diakui. Anak saya cantik," ujar Lisa Mariana di kantor Komnas Perempuan yang terletak di bilangan Menteng Jakarta Pusat, Selasa (24/6).
Saat disinggung soal dugaan kebohongan Lisa Mariana sebagaimana sempat diungkap pihak Ridwan Kamil, model majalah dewasa itu secara tegas menolaknya. Justru, Lisa menuding pihak RK yang telah berbohong dengan tidak mau l mengakui anaknya sendiri.
"Kebohongan apa? Nggak ada kebohongan,dia yang tukang bohong," kata Lisa Mariana.
Sebelumnya, pihak Ridwan Kamil menyebut Lisa Mariana telah berbohong atas kasus sengketa pengakuan anak. Oleh sebab itu, pihak RK mengaku akan membuat gugatan dengan nilai tuntutan bernilai fantastis mencapai Rp 100 miliar.
"Kami pasti akan mengajukan gugatan balik atas kebohongannya dia, rekonvensi, dan itu tidak main-main. Dia akan kami tuntut dengan total Rp 100 miliar,” kata Muslim Jaya Butarbutar, beberapa hari lalu.
Pernyataan pihak Ridwan Kamil tersebut merespons terkait adanya nominal yang dimasukkan pihak Lisa Mariana dalam gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) kasus perdata di Pengadilan Negeri Bandung.
Pihak Ridwan Kamil mempertanyakan dari mana dasar angka kerugian materil sebesar Rp 6,6 miliar dan Rp 10 miliar untuk kerugian immateril. Menurut pihak RK, angka tersebut tidak berdasar sama sekali.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
