
Bobon Santoso menerima hasil karya dari warga asli Distrik Haju yang berharap bisa dipasarkan hingga ke luar negeri. (YouTube Bobon Santoso)
JawaPos.com - YouTuber Bobon Santoso menyambangi warga Distrik Haju, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan beberapa waktu lalu dengan tujuan memasak untuk 19 kampung yang ada di wilayah tersebut.
Dilansir dari YouTube Bobon Santoso, Bobon Santoso mengaku terkejut kedatangannya ke wilayah tersebut sempat dianggap warga Distrik Haju sebagai utusan Presiden RI Prabowo Subianto.
Menemukan banyak fenomena yang memilukan, Bobon akhirnya memberikan ruang bagi warga Distrik Haju yang ingin menyampaikan aspirasinya bagi pemerintah Indonesia, khususnya perhatian Presiden Prabowo.
Tak sedikit warga mengeluhkan fasilitas kesehatan yang sulit dijangkau hingga mengancam nyawa seseorang lantaran rumah sakit yang berjarak jauh dari perkampungan.
"Kami mengharap ke pemerintah harus ada bantuan bangunan rumah kesehatan setiap kampung," ujar salah seorang warga di kampung tersebut.
Warga lainnya mengungkapkan, jika pemerintah belum bisa menyediakan fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit, mereka meminta adanya mobil jemputan untu bisa digunakan menuju rumah sakit di kota.
"Karena harus menggunakan perahu dan biaya sewanya yang mahal," papar dia.
Merasa tidak diperhatikan, warga dari 19 kampung di Distrik Haju meminta pemerintah terjun langsung ke wilayah tersebut guna melihat realita yang terjadi.
"Bapak harus lihat kita, tidak boleh bapak berdiam diri. Waktu bapak masuk cari suara juga kami juga menangis untuk bapak. Apa hati untuk bapak presiden hari ini, kami juga kasih suara untuk bapak," kata Nunuk Asagi, seorang perempuan yang sampaikan aspirasi.
Nunuk Asagi, perempuan asal Distrik Haju yang menyampaikan aspirasi terhadap pemerintah agar bisa dibantu promosi kerajinan tangan warga tersebut. (YouTube Bobon Santoso)
Nunuk menegaskan, pemerintah seharusnya memiliki rasa empati terhadap warga Distrik Haju, desa tertinggal. Selain fasilitas kesehatan yang dibutuhkan, ia meminta pemerintah dapat membantu perekonomian para perempuan di wilayah tersebut.
Perempuan berbaju batik merah ini berharap, pemerintah dapat mempromosikan hasil kerajinan tangan mereka, seperti noken (tas tradisional Papua).
"Saya sudah bawa ke seluruh tanah Papua sampai Bandung, tapi hasil ini begitu saja sia-sia. Saya bawa pulang, percuma saya bayar bagasi mahal, bayar hotel mahal tapi pemerintah tidak pernah melihat ini," ucap Nunuk dengan lantang.
Nunuk mengungkapkan, perempuan Distrik Haju hanya bisa mendapatkan penghasilan dari kerajinan tangan yang mereka buat.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
