Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 November 2024 | 17.59 WIB

Perjuangan Nadila Ernesta Pulihkan Kepercayaan Diri Usai Mengidap Psoriasis

Nadila Ernesta. (Instagram: nadila_ernesta)



JawaPos.com - Aktris Nadila Ernesta mengungkapkan pengalaman hidupnya mengidap penyakit kulit kronis psoriasis yang ternyata sudah berlangsung lama sejak masih usia remaja.

Pemain film Miracle in Cell No. 7 ini mengaku, dirinya mengalami gejala penyakit ini sejak masih duduk di bangku SMP.

Awalnya, Nadila Ernesta mengira ia hanya mengalami ketombe biasa yang menyebabkan terjadinya penebalan pada kulit di bagian kepalanya karena tidak cocok dalam penggunaan shampo.

"Waktu itu saya mengira ini cuma ketombe, padahal ini jauh lebih serius," ucap Nadila Ernesta saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Baca Juga: Menkomdigi Meutya Hafid Bahas Kerja Sama Pengembangan Pusat Data dengan Finlandia

Dugaan sebatas ketombe biasa akibat penggunaan shampoo tidak cocok ternyata salah. Penebalan di area kulit kepalanya bertambah banyak dan semakin meluas. Nadila Ernesta kala itu memilih tidak menceritakannya ke orang lain karena merasa malu.

Seiring bertambahnya usia, bercak merah pada kulit mulai muncul pada bagian tubuh lain. Nadila Ernesta pun sempat merasakan hilangnya rasa kepercayaan diri, minder, bahkan overthinking.

Nadila Ernesta tidak bisa bebas menggunakan pakaian rok pendek atau rambut yang dibiarkan digerai seperti kerap dilakukan teman-temannya yang lain. "Karena aku harus menutupi kekurangan ini," tuturnya.

Puncaknya, Nadila Ernesta merasa tersiksa dengan psoriasis dialaminya pada saat hamil.

Baca Juga: Jadwal Gokil Persebaya Surabaya Desember 2024: 3 Derbi Jatim Termasuk Arema FC

"Semua hormon berubah, dan aku nggak bisa pakai obat apapun karena khawatir efeknya ke janin. Kondisi kulitku semakin parah, terutama di bagian kaki," jelas Nadila Ernesta.

Setelah melahirkan, Nadila Ernesta termotivasi untuk mencari solusi perawatan yang lebih efektif. Dia pun mencari informasi yang serius di internet untuk menanggulangi penyakit psoriasis yang sudah sangat mengganggunya.

Nadila Ernesta berkonsultasi dengan sejumlah dokter untuk mengatasi permasalahannya dengan penyakit psoriasis. Hasilnya, dia pun cukup puas karena penyakit psoriasis dideritanya dapat dikendalikan dengan sangat baik.

"Kalau pikiranku positif, kondisi kulitku juga lebih baik. Tapi kalau aku stres, gejala psoriasis langsung muncul lagi," katanya.

Baca Juga: Pemkot Jakpus akan Lakukan Penataan dan Pembersihan sebelum Relokasi Warga yang Tinggal di Kolong Flyover Tomang

Maria Vianney Sansan selaku dokter spesialis dermatologi venereologi dan estetika di C Derma Clinic Jakarta mengungkapkan, psoriasis sebenarnya dapat diatasi dengan pendekatan kombinasi, termasuk penggunaan obat oles, obat oral, dan terapi sinar seperti Laser Excimer 308 nm dan Pulsed Dye Laser.

"Terapi Laser Excimer 308 nm mampu menghantarkan sinar UVB dengan panjang gelombang 308 nm secara presisi ke area kulit yang terkena psoriasis. Teknik ini efektif untuk mengurangi inflamasi, memperbaiki kemerahan, mengurangi rasa gatal, mempercepat penyembuhan psoriasis," jelas dr Maria.

Adapun terapi Pulsed Dye Laser 595 nm dapat digunakan untuk mengatasi psoriasis tipe plak dan psoriasis pada bagian kuku. Dr. Maria memastikan teknologi ini aman dan efektif dalam engurangi gejala psoriasis.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore