JawaPos.com - Viral di media sosial curhatan salah seorang pengusaha kafe di Jogjakarta menumpahkan emosi dan perasaannya melalui unggahan video di media sosial. Seorang pria yang diketahui bernama Agus Arya itu mengeluhkan ulah sejumlah mahasiswa dan mahasiswi di Jogja mereka datang ke kafe atau kedai kopi namun jarang yang beli.
Agus Arya pun memberikan istilah baru dengan sebutan ROJALI (rombongan jarang beli). Mengingat sejumlah mahasiswa dan mahasiswi tersebut hanya datang ke kafe atau kedai kopi untuk tujuan numpang tempat dan bahkan menikmati wifi, tapi hanya sedikit dari mereka yang melakukan order makanan atau minuman.
Setelah video curhatan Agus Arya viral di media sosial, apakah sudah ada perubahan dari perilaku mahasiswa dan mahasiswi di Jogja dan tergerak hati mereka untuk membeli ? Disinggung hal tersebut, Agus mengaku belum dapat mengetahui dampaknya karena keburu Lebaran Idul Adha.
"Setelah bikin konten itu, malamnya masih banyak Mas. Setelah itu belum kelihatan karena libur Idul Adha," ujar Agus Arya kepada JawaPos.com, Selasa (18/6).
Namun yang pasti, setelah video curhatannya ini viral di media sosial, Agus sangat berharap para mahasiswa dan mahasiswi dapat memperbaiki diri dengan melakukan order ketika datang ke kafe atau kedai kopi.
Karena menurutnya, curhatannya ini juga mewakili sejumlah pengusaha kafe dan kedai kopi di Jogjakarta yang mengalami nasib sama. Menjadi tempat nongkrong atau tempat para mahasiswa berdiskusi dan mengerjakan tugas kuliah, namun hanya sedikit dari mereka yang beli.
Agus Arya memberikan penggambaran betapa ruwetnya kondisi yang dialaminya secara bisnis akibat ulah sejumlah mahasiswa. Dari 10 sampai 20 orang yang datang ke kafe, biasanya yang order hanya sekitar 5 orang saja.
Di sisi lain, Agus Arya juga harus memikirkan usahanya supaya tetap dapat survive, dapat membayar biaya sewa tempat, hingga harus membayar gaji karyawan.
"Sebenarnya banyak pelaku usaha khususnya di Jogja mengeluhkan hal tersebut. Harapannya oknum-oknum tersebut sadar dan tidak seperti itu lagi," katanya.
Menurutnya, order makanan atau minuman tidak harus yang mahal. Yang paling penting mereka berada di kafe atau kedai kopi memperlihatkan itikad baik sekaligus menghormati pemilik kedai kopi atau kafe dengan melakukan order.