
Berbincang dengan Eko Patrio, Bunda Corla akui sempat tinggal di tempat penampungan di Jerman./tangkapan layar Eko Patrio TV
JawaPos.com - Keberadaan Bunda Corla di tanah air beberapa waktu belakangan dalam rangka bekerja. Dia sempat menggelar konser, menghadiri meet and great, hingga project bersama salah satu klinik kecantikan.
Eko Patrio berkesempatan mengundang Bunda Corla dalam podcast-nya dan video obrolan mereka masuk trending di YouTube. Topik obrolan Eko Patrio dan Bunda Corla sebenarnya ada banyak.
Salah satunya yakni kabar bahwa wanita asal Medan, Sumatera Utara itu pernah tinggal di tempat penampungan di Jerman. Bunda Corla pun membenarkan dirinya memang pernah tinggal di tempat penampungan akibat finansialnya hancur terdampak pandemi Covid-19.
"Aku putuskan tinggal di rumah penampungan, rumah sosial, sekitar 1 tahun 2 bulan. Cukup lama dan itu perlu perjuangan," kata Bunda Corla di podcast Eko Patrio TV.
Bunda Corla mengaku sempat meminta bantuan finansial di Jerman kepada lembaga khusus yang memang bisa memberikan bantuan bagi orang-orang yang mengalami kesulitan ekonomi. Namun sayangnya dana yang didapat tidak banyak, sehingga Bunda Corla pun memutuskan untuk tinggal di rumah sosial.
"Kalau ada orang bilang pengangguran dibayar, itu salah. Yang benar, pengangguran dikasih duit, tapi dilihat dulu nganggurnya kenapa? Apa karena dipecat dari pekerjaan? Apa karena Covid?" jelas Bunda Corla.
"Waktu itu Bunda karena Covid. Rumah nggak bisa bayar karena kan rumah di sana mahal. Mereka bisa bantu tidak boleh dari 1.000," jelasnya.
Tinggal di rumah penampungan merupakan pengalaman yang sangat menempa mental Bunda Corla. Sebab, dia tinggal bersama WNA asal Afrika yang secara kultur sangat berbeda.
"Cara ngomongnya saja kayak singa," ucapnya.
Eko Patrio mengaku senang podcast-nya bersama Bunda Corla menjadi trending di YouTube. Dia menyebut konten Bunda Corla sebenarnya bukanlah yang trending. Sebelumnya, ada juga obrolannya bersama Fajar Sadboy yang menjadi trending.
Menurut Eko Patrio, banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih bintang tamu podcast. Selain viral atau menjadi sorotan publik, harus ada isi yang menarik dari topik pembicaraan.
"Sebagai seorang pekerja entertainment kita juga harus peka terhadap momen yang sedang berkembang saat ini," katanya saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.
Yang lebih membuat dirinya senang, sejauh ini podcast-nya selalu mendapat komentar yang positif. "Dan itu memacu saya untuk memberikan yang terbaik buat penonton," katanya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
