
Najwa Shihab for Jawa Pos
JawaPos.com-Pembawa acara Najwa Shihab selama ini jarang sekali mengungkapkan ke publik soal hubungannya dengan sang suami. Akibatnya, sejumlah orang berasumsi kalau dirinya yang terlihat tegas, berani, bahkan terkesan 'sangar' saat menghadapi narasumber, juga akan sangat dominan dalam rumah tangganya.
Najwa Shihab menegaskan asumsi itu keliru. Sebab, dia justru tipikal perempuan penurut terhadap suami ketika sudah berada di ranah domestik. Dia sangat bisa melakukan proses penyesuaian diri.
"Orang banyak salah sangka sama dia (suami). Wah, lo kalau sama istri dimarahin terus ya, lo pasti nggak bisa melawan istri lo," kata Najwa Shihab mengungkap asumsi negatif yang berkembang dalam podcast Ngobrol Asix saat berbincang dengan penyanyi Ashanty.
Alih-alih menjadi wanita yang dominan serbamengatur semua urusan dalam rumah tangganya, Najwa Shihab justru mengaku termasuk orang yang bucin sampai sekarang meski usia rumah tangganya pada tahun ini sudah memasuki 25 tahun.
Najwa Shihab sangat bersyukur memiliki suami Ibrahim Sjarief Assegaf. Karena menurutnya, dia sangat suportif dan selalu berada di garda terdepan dalam mendukung karirnya. Saking besarnya dukungan sang suami, perempuan yang akrab disapa Nana itu merasa tidak akan seperti sekarang jika tidak memiliki suami Baim.
Najwa Shihab pun mengungkapkan salah satu bentuk dukungan luar biasanya yang ditunjukkan Baim kepada dirinya saat anak pertamanya baru lahir, sementara Nana harus menjalani liputan kasus penangkapan teroris di Solo Jawa Tengah.
"Aku ingat banget waktu itu ke Solo meliput penangkapan teroris. Dia ikut bawa Izzat. Dia nunggu di rumah di Solo supaya aku bisa nyusuin Izzat, terus aku balik liputan lagi," jelas Najwa Shihab.
Nana mengakui dirinya sangat membutuhkan keberadaan suami di sisinya. Dan menariknya, Najwa Shihab menyatakan proses pendewasaannya itu tidak bisa dilepaskan dari sosok Baim.
"Aku nikah waktu umur 20, aku dewasa bersama dia. Jadi itu yang mengokohkan fondasi hubungan kita," jelasnya. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
