Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Januari 2024 | 02.25 WIB

Banjir Air Mata di Film Eksil Garapan Lola Amaria, Terbuang dari Negeri yang Sangat Dicintai

Sutradara film Eksil Lola Amaria, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, Dosen Ilmu Sosial dan Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Sri Lestari Wahyuningroem mengikuti sesi diskusi usai pemutaran film EKSIL (20 - Image

Sutradara film Eksil Lola Amaria, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, Dosen Ilmu Sosial dan Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Sri Lestari Wahyuningroem mengikuti sesi diskusi usai pemutaran film EKSIL (20

 
JawaPos.com - Siap-siap menangis ketika menonton film dokumenter Eksil yang akan tayang di bioskop mulai Kamis, 1 Februari 2024 mendatang. Film garapan sutradara Lola Amaria ini menghadirkan kisah nyata yang sangat menggugah hati dan nurani mempertontonkan ketidakadilan dilakukan oleh negara terhadap rakyatnya sendiri di luar negeri.
 
Terlepas bersalah atau tidaknya mereka di masa lalu terkait sejarah kelam kejadian tragis Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) 1965, film Eksil mengajak kita untuk merenungkan kembali apakah negara seharusnya bersikap arogan tidak usah memberikan maaf pada kesalahan warganya atau memilih memaafkan masa lalu mereka dan berfokus pada masa depan supaya kejadian serupa tidak terulang kembali.
 
Film Eksil digarap dengan serius menampilkan sudut pandang para korban atau orang-orang asli Indonesia yang tidak diakui negara yang sangat mereka cintai. Hingga pada akhirnya mereka terdampar di negeri orang terpisah dari keluarga di kampung halaman.
 
Beberapa dari mereka pada akhirnya harus memilih menjadi warga negara tempat tinggalnya. Bukan karena tidak cinta NKRI, mereka terpaksa menjadi warga negara asing karena stateless atau kehilangan kewarganegaraan sebagai WNI.
 
Di film Eksil ini, mereka menceritakan apa yang dialami pada masa itu sampai akhirnya terdampar di negara orang. Film ini memperlihatkan kerinduan mereka yang sangat dahsyat pada Negara Kesatuan Republik Indonesia namun terhalang oleh keangkuhan negara.
 
Para korban itu kini sudah sepuh berada di Rusia, Belanda, Ceko, Swedia dan yang lainnya. Bahkan, sejumlah dari mereka sudah meninggal dunia di negeri orang setelah menahan rindu puluhan tahun untuk kembali ke Indonesia tapi tak tersampaikan.
 
Lola Amaria mengatakan, proses pembuatan film ini dilakukan cukup lama. Dia bersama tim sudah mulai melakukan riset sejak 2010 silam mencari data keberadaan para korban. Di tahun 2015, Lola dan tim mulai menggarap film ini dengan mendatangi sekaligus mewawacarai para korban.
 
“Film ini menggunakan gaya bertutur, sehingga akan lebih mudah dicerna terutama oleh generasi milenial dan generasi Z," kata Lola Amaria dalam jumpa pers di XXI Metropole, Jakarta Pusat, Senin (29/1).  
 
Ia mengungkapkan, film Eksil dibuat untuk generasi milenial dan generasi Z untuk tujuan menginformasikan terkait sejarah kelam masa lalu dimana mereka sudah memiliki jarak cukup jauh dengan kejadian tersebut.
 
"Kepada anak-anak muda, termasuk orang tua, film ini sesungguhnya kita berikan supaya lebih tahu dengan keadaan yang sebenarnya dialami para Eksil,” tutur Lola Amaria.
 
Mengerjakan film Eksil, diakuinya sempat mengalami sejumlah kendala dalam proses pengerjaannya. 
 
“Selain masalah dana, narasumber juga cukup sulit ditemui dan mau bercerita apa adanya. Karena mereka waspada sekali terhadap kita. Mereka mengira kita ini intel atau mata-mata sehingga sempat menjaga jarak dengan kita. Dan ini butuh proses untuk meyakinkan mereka,” tutur Lola.
 
Dia menegaskan bahwa film Eksil dihadirkan untuk melihat dari sudut pandang berbeda setelah setiap tahun kita selalu dicekoki oleh film G30S/PKI.
 
"Kayaknya kita harus tahu dari sisi sebelahnya dan ini yang bicara orangnya langsung. Mereka yang berada di luar negeri sebelum peristiwa PKI dan tidak boleh pulang. Mereka punya cerita yang jujur tentang itu,” tandasnya.
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore