Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Desember 2023 | 23.10 WIB

Rencana Beach Club Raffi Ahmad Dikritik Walhi, Disebut Akan Memperparah Kekeringan di Tanjungsari Gunungkidul

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, mendukung proyek destinasi wisata yang akan dibangun Raffi Ahmad Di Pantai Krakal, Gunungkidul, Yogyakarta. (Instagram @raffinagita1717) - Image

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, mendukung proyek destinasi wisata yang akan dibangun Raffi Ahmad Di Pantai Krakal, Gunungkidul, Yogyakarta. (Instagram @raffinagita1717)

JawaPos.com - Raffi Ahmad berencana membangun resor, villa, dan beach club di Gunungkidul.

Bisnis yang akan dikembangkan pada awal 2024 oleh Sultan Andara, julukan Raffi Ahmad, itu berlokasi di tebing pinggir Pantai Krakal.

Namun, rencana bisnis Raffi Ahmad tersebut dikritik oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Kepala Divisi Kampanye dan Data Informasi Walhi, Elki Setiyo Hadi, menyebut pembangunan resor, villa, dan beach club di tebing pinggir Pantai Krakal dapat memperparah kekeringan di wilayah Tanjungsari, Gunungkidul, yang juga bagian dari Kawasan Bentangan Alam Karst (KBAK) Gunung Sewu bagian timur.

Dilansir dari laman Radar Malioboro (Jawa Pos Grup), dalam Permen Nomor 17 Tahun 2012, KBAK merupakan kawasan lindung geologi sebagai bagian kawasan lindung nasional.

"Artinya pemanfaatannya tidak boleh berpotensi merusak kawasan bentang alam karst," katanya dalam keterangan tertulis.

Sebagai wilayah KBAK Gunung Sewu, Desa Kemadang Kapanewon Tanjungsari masuk dalam zona perlindungan air tanah.

Kawasan Pantai Krakal mempunyai sungai bawah tanah dan mata air bawah tanah yang juga merupakan cadangan air bagi warga di sekitarnya.

"Meskipun mempunyai sungai bawah tanah, Kapanewon Tanjungsari merupakan wilayah yang rawan kekeringan," ujarnya.

Menurutnya, pembangunan resor yang direncanakan selesai pada 2025 tersebut akan semakin memperparah kekeringan di Kapanewon Tanjungsari.

Pantai Krakal merupakan wilayah bertopografi datar di antara bukit-bukit karst di sekitarnya.

Di kaki bukit karst bagian timur dapat ditemukan sumber air tawar yang merupakan air sungai bawah tanah.

Bukit-bukit karst tersebut dibutuhkan sebagai tempat resapan air yang nantinya akan menjadi cadangan air bagi wilayah di sekitarnya.

Luasnya pembangunan beach club milik Raffi Ahmad, berpotensi akan merusak wilayah batuan karst di sekitarnya.

Hancurnya bukit karst dapat menimbulkan rusaknya daya tampung dan daya dukung air.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore