
Petugas memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (30/6/2021). Lahan dengan luas mencapai dua hektar ini sedikitnya telah menampung 900 jenazah warga terpapar Covid-19 telah dimakamkan di TPU Rorotan seja
JawaPos.com - Musisi Baskara Putra mengungkapkan kisah pilu tentang sosok Ibel yang meninggal 'sendirian' usai terpapar Covid-19 melalui postingannya di Twitter, kemarin. Dia menyatakan Ibel bukan lah seorang publik figur yang mendapat perhatian publik. Dia hanya seorang tukang cukur rambut biasa.
Baskara Putra menyatakan Ibel adalah tukang cukur rambut yang menjadi langganan anggota keluarganya. Akan tetapi sejak pandemi Covid-19 melanda, keluarga Baskara memutuskan cukur rambut sendiri di rumah. Mereka pun nyaris tidak lagi melakukan cukur rambut ke Ibel.
"Kakak gue baru tau kalau dia (Ibel) kena COVID di hari keempat. Sayangnya keadaan Ibel memburuk terus. Siang ini terburuk, dan baru dapat RS hari ini setelah berhari-hari diusahakan dicarikan tempat," cerita Baskara dalam postinganya di Twitter kemarin.
Setelah sempat kesulitan mencari rumah sakit karena kondisinya penuh, akhirnya Ibel mendapatkan rumah sakit setelah diupayakan. Namun permasalahan tidak sampai di sini saja. Mobil ambulans yang akan membawanya ke rumah sakit malah tidak ada dan perlu waktu cukup lama untuk mendapatkannya. "Akhirnya berhasil dijemput, namun sedihnya terlambat, dan Ibel meninggal dunia," lanjutnya.
Baskara lebih lanjut menyatakan dirinya mencoba melihat aktivitas terakhir Ibel melalui akun media sosialnya. Dia baru tahu kalau ternyata Ibel sudah kesakitan sejak tanggal 30 Juni lalu. Dalam postingannya di Instagram, Ibel kala itu mengeluhkan sulit bernapas. Namun sayangnya tidak ada orang yang peduli pada postingannya tersebut. Mungkin jangkauan akunnya sangat terbatas karena dia hanya orang biasa, bukan lah seorang publik figur.
"Dan untuk ambil makanan di depan pintu kos pun gak kuat. Story setelahnya adalah alamat kos-kosan, semacam minta tolong untuk dijemput jika ada yang baca dan bisa jemput. Itu adalah story terakhir Ibel."
"Ibel bukan orang terkenal, mungkin teman-temannya gak sebanyak kita yang aktif di internet. Post terakhir beliau gak dipenuhi dengan kalimat-kalimat "we love you Bel", "rest in peace", dan lain-lain. Gak ada comment turut berduka cita di post terakhir Ibel. He died alone," imbuhnya.
Baskara meyatakan kesakitan sendirian yang dirasakan Ibel tanpa ada yang memberikan pertolongan bisa saja bukan hanya dialami oleh Ibel seorang diri. Tapi juga bisa dialami oleh orang lain di luar sana di tengah banyaknya jumlah kasus Covid-19 dan menelan semakin banyak korban jiwa.
"Gue yakin pasti saat ini banyak banget orang yang kita gak kenal dan gak tau namanya sedang berjuang melawan COVID dengan gejala parah sendirian, jauh dari keluarga, jauh dari temen-temen, gak punya akses kesehatan. Bahkan jika ada akses pun fasilitas dan tenaganya belum tentu ada. Ibel juga bukan satu satunya berita duka yang gue dapet selama satu minggu belakangan ini. Banyak yang punya akses, cuman tetep ga ketolong karena fasilitas dan tenaga kesehatannya udah mau collapse," katanya.
Baskara mengingatkan untuk tidak menganggap enteng Covid-19. Dia pun meminta orang-orang untuk mengikuti protokol kesehatan atau bahkan memberikan teguran jika ada yang tidak patuh. Baskara merekomendasikan untuk tidak keluar rumah terkecuali memang ada keperluan yang sangat penting.
"Iya, kebijakan dari pemerintah juga berantakan. Tapi kita semua juga harus akuin bahwa kita sama sama punya andil terhadap buruknya keadaan sekarang, termasuk gue. Bahkan di saat kita bertemu orang lain karena kerjaan pun menurut gue gak bijak untuk post-post story lagi ada di luar rumah bersama orang lain, karena pasti secara gak langsung menciptakan ilusi ke beberapa orang bahwa keluar rumah itu gapapa," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
