JawaPos.com - Penyebab pasti konser Bring Me The Horizon (BMTH) yang diberhentikan pada pertengahan konser memang masih misterius. Ravel Entertainment selaku promotor hanya bicara secara umum saja menyebut ada masalah teknis di panggung.
Sejumlah netizen di dunia maya mempertanyakan alasan pasti konser BMTH dihentikan di tengah jalan yang awalnya sempat disebut break. Mereka ingin mengetahui permasalahan yang sesungguhnya dan mengapa hal itu terjadi.
Komika Kemal Palevi yang menonton konser BMTH mengungkapkan permasalahan yang kemungkinan menjadi dasar pertimbangan bagi Oliver Sykes dkk tidak mau melanjutkan konser.
Kemal Palevi menyebut situasi venue konser BMTH yang dengan konsep indoor terasa sangat panas akibat padatnya para penonton.
"Gue gak pernah nonton konser, di tengah-tengah berhenti istirahat. Saking panasnya. Bahkan banyak yang pingsan. Dan saking padatnya penonton, medis gak bisa masuk," tulis Kemal di akun media sosial X.
Selain itu, venue disebut Kemal sempat goyang pada saat BMTH tampil di panggung. "Apalagi pas lagu Can You Feel My Heart, sama Shadow Moses. Wah itu dari FOH goyang banget, parah serem. Dan kita semua di lantai 2 lagi. Benar-benar nggak safe lah,"lanjutnya.
Selain itu, masalah lain juga muncul ketika BMTH membawakan lagu berjudul Parasite Eve. "Sequencer mati, gue dengar kabar burung dari FOH, itu sengaja dimatiin karena situasi venue lagi gak kondusif. Makanya habis DiE4u, break dan bagi-bagi air," akunya.
Selain itu, situasi venue juga dianggap kurang kondusif lantaran terlalu banyak penonton.
"Bang Oli sudah terlanjur bete saja kali, sequencer tiba-tiba mati, venue sudah mulai nggak kondusif, panas banget, panggung yang tinggi banget itu goyang-goyang takut roboh. Jadi ya cabut," akunya.
Mengakhiri tulisannya, Kemal Palemi memberikan penegasan bahwa informasi yang disampaikannya ini berdasarkan apa yang dilihat dan dirasakannya dan belum tentu alasan pasti di balik dihentikannya konser BMTH.
"Gue gak tahu juga sih alasan fix-nya, karenaemang belum ada info valid. Ya ditunggu saja klarifikasinya (dari pihak promotor)," jelasnya.
Diakhirinya konser BMTH dan diumumkannya secara resmi oleh Ravel Junardy selaku CEO Ravel Entertainment di atas panggung membuat para penonton marah dan kecewa. Mereka pun mengekspresikannya dengan naik ke panggung beramai-ramai dan merusak alat musik serta peralatan lainnya.
Tak hanya itu, para penonton juga mengamuk merusak besi pembatas. Besi itu ditendang dan digulingkan oleh sejumlah penonton.