
Alami penyumbatan darah di otak, Pak Ogah kesulitan berbicara./Instagram Pak Ogah
JawaPos.com - Sejak sekitar tiga bulan belakangan Abdul Hamid atau Pak Ogah jatuh sakit akibat mengalami penyumbatan pembuluh darah pada bagian otak. Dia sempat mendapat penanganan di sebuah rumah sakit, namun bersikeras pulang ke rumah karena merasa tidak sanggup membayar biaya pengobatan rumah sakit.
Dokter yang menangani sempat meminta Pak Ogah untuk melakukan rawat inap di rumah sakit, namun tetap mau pulang ke rumah. Dokter pun sempat membuat surat perjanjian dengan pihak keluarga khawatir hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Gara-gara tidak mau rawat inap, Pak Ogah sempat pingsan di rumah sekitar dua hari kemudian. Sehingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan selama sekitar 10 hari.
Yuyun Widayanti, sang istri, mengatakan bahwa Pak Ogah tidak terlalu memikirkan kondisi kesehatan fisiknya. Yang dia perhatikan adalah bagaimana caranya supaya bisa ngomong. Karena sejak divonis mengalami penyumbatan pembuluh darah di otak, dia mulai kesulitan berbicara.
“Dua hari atau tiga hari kemarin, Pak Ogah sempat nanya, ‘ada uang nggak buat beli obat?’. Tapi gak ke rumah sakit karena dia bilang gak bagus. Jadi yang ada di pikiran dia itu berobatnya itu supaya bisa ngomong,” ungkap Yuyun saat ditemui di rumahnya di bilangan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.
Kemungkinan Pak Ogah lebih kepikiran suaranya yang hilang dari pada kondisi kesehatan fisik secara umum. Karena dengan suara, dia dapat menghasilkan uang. Sebab Pak Ogah selama ini masih aktif menjadi penyulih suara atau dubber.
Pak Ogah juga masih tetap aktif menjadi penyulih suara meski pandemi Covid-19 melanda. Dia biasanya menjadi mengisi suara untuk sebuah tayangan di salah satu televisi swasta. Namun, dia terpaksa rehat dari dubbing setelah kondisi kesehatannya menurun.
Diungkapkan Yuyun, keluarga tahu kondisi kesehatan suaminya mulai menurun setelah Pak Ogah mengeluhkan handphone-nya rusak. Pahadal handphone itu dalam keadaaan baik-baik saja. Tahu ada yang tidak beres dengan Pak Ogah, keluarga pun memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit.
Pak Ogah biasanya melakukan dubbing suara via handphone. Setelah proses sulih suara selesai, dia biasanya langsung mengirimkann hasilnya ke pihak pemberi kerja.
“Sebulan kadang bisa 7, tapi sejak pandemi sepi. Tergantung, kadang ada tiga, ada berapa gak bisa dipastiin. Semenjak Covid ini lebih sepi,” ungkapnya.
Kini Pak Ogah menjalani perawatan di rumah. Selain obat-obatan yang diresepkan dokter, dia juga melakukan pengobatan alternatif. Seperti melakukan pengobatan di Sinse, pengobatan tradisional Tiongkok.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
