Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 November 2023 | 23.44 WIB

Dian Sastrowardoyo Latihan Metode ‘Slow Ten’ dari Jepang Guna Memerankan Jalan Dasiyah dalam Gadis Kretek

Dian Sastrowardoyo dalam perannya sebagai Dasiyah atau Jeng Yah di Serial Gadis Kretek / sumber: Akun YouTube @BASEIndonesia - Image

Dian Sastrowardoyo dalam perannya sebagai Dasiyah atau Jeng Yah di Serial Gadis Kretek / sumber: Akun YouTube @BASEIndonesia

JawaPos.com – Dian Sastrowardoyo mengungkapkan bahwa berperan sebagai Dasiyah atau Jeng Yah dalam serial Gadis Kretek adalah hal yang baru.

Cerita serial yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Ratih Kumala yang telah terbit sejak tahun 2012 ini bercerita tentang cinta dan pencarian jati diri seorang perajin berbakat.

Perjalanan industri rokok kretek di Indonesia pada era 60-an juga turut digambarkan di sini.

Dalam konteks latar waktu dan budaya yang berbeda, Dian merasa bahwa kebiasaan-kebiasaan Dasiyah menjadi suatu tantangan yang cukup besar baginya.

Ia menyatakan bahwa karakter krusial dalam serial tersebut memiliki kepribadian dan perilaku yang sangat berbeda dengan dirinya.

Dasiyah berbicara dengan pelan dan hemat kata. Ia hanya berbicara jika perlu.

Dikutip dari video wawancara di akun YouTube @BASEIndonesia pada Rabu (8/11), Dian Sastrowardoyo mengatakan bahwa Dasiyah berjalan dengan sangat lambat, ia tidak merasa terburu-buru, walaupun jika ada orang lain yang menunggunya.

“Dasiyah seolah memiliki ritme hidup yang sangat berbeda dari dunia sekitarnya,” kata Dian.

Ia mengakui bahwa semua perbedaan ini sangat kontras dengan sifat ekspresifnya dalam berbicara.

Oleh karena itu, Dian Sastrowardoyo mengambil beberapa langkah untuk membiasakan dirinya dengan kebiasaan Dasiyah tanpa merasa canggung.

Ia pun mengikuti sebuah latihan jalan yang bernama ‘Slow Ten,’ sebuah metode yang diadopsi dari Suzuki, Jepang.

Latihan ini dilakukan dengan berjalan sangat pelan, dimana kaki tidak boleh terlalu lurus dan harus selalu ditekuk.

“Kalau jalan tidak boleh naik turun, jadi benar-benar seperti melayang,” jelasnya saat menggambarkan gerakan yang harus dilakukan itu.

Ia pun melakukan langkah-langkah ekstrim, seperti mengisolasi diri di rumah tanpa interaksi sosial.

“Saat melakukan latihan dan persiapan peran, saya benar-benar memberi diri saya beberapa jam sehari di rumah,” ungkap pemenang pemilihan GADIS Sampul tahun 1996 ini.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore