Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Oktober 2023 | 18.00 WIB

Cak Lontong Siksa Fisik Komika Akbar di Pementasan Teater Berjudul Calon Lawan

ILUSTRASI. Pementasan teater di Taman Ismail Marzuki. - Image

ILUSTRASI. Pementasan teater di Taman Ismail Marzuki.

JawaPos.com - Cak Lontong dan komika Akbar selalu bermain dalam pementasan teater yang digagas oleh Indonesia Kita. Dalam pertunjukan teater berjudul Calon Lawan, Cak Lontong yang kerap disandingkan dengan Akbar kali ini memainkan peran berbeda. Jika biasanya Cak Lontong menyiksa Akbar dengan permainan logika yang bikin pusing, kali ini Cak Lontong enyiksanya secara fisik.

Cak Lontong digambarkan sebagai guru perguruan seni bela diri di sebuah padepokan. Sedangkan Akbar adalah muridnya. Sejak kemunculan keduanya pertama kali di atas panggung, Akbar langsung dipaksa untuk berjalan merangkak.

Siksaan Cak Lontong untuk Akbar tidak berhenti di situ saja. Dia mengerjai Akbar dengan memerintahkan sejumlah aktivitas yang menguras tenaga dan fisik.

"Kalau episode-episode sebelumnya cuma menyiksa mental, sekarang aku menyiksa secara fisik," ujar Cak Lontong disambut tawa para penonton.

Akbar pun merasakan dirinya dikerjai oleh sang guru, namun dia tetap melakukannya tanpa ada perlawanan. Siksaan fisik oleh Cak Lontong ke Akbar ternyata untuk memastikan ilmu Cak Lontong dalam memerintahkan orang lain tanpa ada amarah dan yang diperintah tetap patuh, sudah dikuasainya secara sempurna.

Pertunjukan teater Calon Lawan menceritakan pertarungan bawah tanah di mana para kelompok saling berebut pengaruh dan kekuasaan. Pertarungan antarkelompok yang sama-sama kuat terjadi. Berkali-kali terjadi pertarungan antara dua kelompok melibatkan jagoan-jagoan terbaik dari keduanya.

Situasi jadi kian menegangkan setelah munculnya beberapa kejadian misterius yang membuat masing-masing kubu saling curiga. Ada beberapa penyerangan, tetapi tidak diketahui siapa pelakunya.

Situasi ini lantas mendorong kemunculan dugaan bahwa ada jagoan misterius, sosok yang tak terlihat, yang bergerak cepat melebihi bayangan dengan kesaktian yang tak tertandingi. Jagoan yang memiliki kemampuan membunuh lebih cepat dari malaikat maut.

Sebagai lawan, sosok itu memiliki kekuatan yang hebat. Cemas dengan kondisi ini, kedua kelompok yang tadinya berseteru kemudian mencoba bersatu untuk melawan 'sosok tak terlihat' guna mengungkap identitas yang sebenarnya.

Untuk memunculkan nuansa pertarungan, Agus Noor selaku penulis sekaligus Direktur Artistik memilih seni bela diri wushu. Namun di sisi lain, penonton diajak untuk menyadari bahwa pertarungan antarkelompok yang kemudian malah bersatu, juga muncul di panggung politik.

Calon-calon yang tadinya tampak berlawanan dan bermusuhan, bahkan hingga memunculkan perseteruan di antara para pendukungnya, mereka kini berada dalam satu kubu. Yang sebelumnya tampak oposisi, kini jadi saling mendukung.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore