Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Oktober 2023 | 18.50 WIB

Sejak Awal Mirna Salihin Meninggal, dr. Djaja Surya Atmadja Yakin Bukan Karena Sianida

dr. Djaja Surya Atmadja./ YouTube dr. Richard Lee

JawaPos.com - Dokter ahli forensik, dr. Djaja Surya Atmadja, secara tegas mengungkapkan keyakinannya bahwa Mirna Salihin bukan meninggal karena sianida. 
 
Keyakinan tersebut lantaran dr. Djaja yang menangani jenazah Mirna Salihin sesaat setelah dia dinyatakan meninggal dunia untuk kepentingan pengawetan jenazah.

Dalam podcast dr.  Richard Lee di YouTube, dr. Djaja Surya Atmadja memiliki keyakinan Mirna meninggal bukan karena sianida. Sebab, tidak terlihat tanda khas pada bagian tubuh jenazah Mirna layaknya orang meninggal diakibatkan sianida.
 
Baca Juga: Indonesia Usulkan Kolintang jadi WBTB kepada UNESCO

"Saya ini peneliti sianida, saya tahu betul dan melihat langsung orang meninggal karena sianida," ujar dr. Djaja Surya Atmadja saat berbincang dengan Richard Lee.

Dia mengatakan, tanda orang yang meninggal akibat sianida biasanya pada kulit bagian wajah atau tubuh korban terlihat memerah. Menurut sang dokter, tubuh jenazah Mirna justru terlihat membiru.

Mengetahui Mirna meninggal tak wajar setelah meminum kopi mengandung racun sianida, dr. Djaja Surya Atmadja juga sempat mencium mulut jenazah Mirna sambil menekan bagian lambung. Menurutnya, aroma sianida seharusnya tercium namun sang dokter pada saat itu tidak mencium bau sianida.
 
Baca Juga: Asia Wide Award untuk Laura Basuki, Apresiasi karena Bawa Film ke Level Internasional

Dari sana, dr. Djaja Surya Atmadja sejak awal meyakini Mirna bukan meninggal karena keracunan sianida. Namun untuk memastikan penyebab kematian Mirna Salihin, dia pun mendorong pihak kepolisian untuk melakukan autopsi.

Karena tidak ada yang dapat memastikan kematian orang yang meninggal secara tak wajar terkecuali dengan melakukan autopsi.

"Kita diforensik diajari kalau mati tidak wajar harus diautopsi. Kalau tidak ada autopsi, tidak ada sebab kematian," papar dr. Djaja.
 
Baca Juga: Strategi Aji Santoso Bawa Persikabo 1973 Bermain Imbang Berkat Gol Penalti

Namun sayangnya autopsi tidak dilakukan dengan alasan pihak keluarga tidak menyetujuinya. Keluarga hanya setuju untuk dilakukan pengambilan sampel pada bagian lambung, jaringan hati, urine, dan darah.

Membaca hasil pengambilan sampel yang dlakukan dr. Slamet, dr. Djaja Surya semakin yakin kalau Mirna bukan meninggal akibat sianida.

"Sampel yang diambil yaitu darah, hati , dan urine, semuanya negatif sianda," bebernya.
 
Baca Juga: Khasiat Kacang Tanah, Bukan Camilan Biasa: Terbukti Dapat Menjaga Kesehatan Jantung

Namun pada sampel bagian lambung, ditemukan sianida dalam jumlah sangat sedikit 0,2mg/liter. Menurut dr. Djaja Surya, kadar itu terlalu sedikit. Temuan sianida di lambung bisa terjadi akibat terjadinya pembusukan.

Keyakinan dr. Djaja Surya semakin kuat dengan adanya hasik temuan pada bagian lambung, ada darah hitam akibat luka lama. Mirna Salihin kemungkinan mengalami permasalahan pada bagian lambung sudah cukup lama.

"Hasil temuannya, sel radang bulat-bulat. Itu artinya maag kronis terjadi pendarahan di lambung. Temuan itu tidak cocok dengan sianida," paparnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore